Ini Dua Alasan Truk Minim di Tol Kualanamu

Setelah genap sebulan beroperasi, minat kendaraan niaga untuk menggunakan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, masih minim. Tarif yang dinilai cukup mahal dan belum terkoneksinya tol tersebut dengan jaringan tol lainnya menjadi dua alasan utama.
Thomas Mola | 21 November 2017 12:15 WIB
Proyek jalan tol Kualanamu - Antara

Bisnis.com, KUALANAMU -- Setelah genap sebulan beroperasi, minat truk untuk menggunakan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, masih minim. Tarif yang dinilai cukup mahal dan belum terkoneksinya tol tersebut dengan jaringan tol lainnya menjadi dua alasan utama.

Paul Ames Halomoan, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) II mengatakan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi memiliki total panjang 61 km, sementara yang telah beroperasi sepangjang 42 km. Jalan tol yang akan menghubungkan Bandara Internasional Kualanamu dan Kota Medan ini dikenakan tarif Rp981 per km.

"Kalau mobil kecil banyak memakai tol karena tidak terasa Rp41.000. Tapi untuk truk mereka mikir daripada membayar Rp100.000 lebih baik menggunakan jalan lain,  uangnnya bisa pakai untuk makan," ujarnya di Kualanamu, (21/11/2017).

Selain masalah tarif, Paul menjelaskan alasan masih belum banyak kendaraan selain golongan I yang menggunakan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi ialah belum terkoneksinya tol tersebut dengan jaringan tol lainnya. Salah satu jaringan tol yang bakal terkoneksi ialah tol Medan-Binjai.

Sejauh ini, proses pembangunan kedua tol di Sumatra Utara itu terus dikebut. Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi menyisakan dua seksi lagi, sementara tol Medan-Binjai baru dua seksi yang telah beroperasi yakni Helvetia-Seismayang dan Seisemayang-Binjai.

"Kenapa belum optimal karena belum berfungsi sebagai kesatuan sistem yang terintegrasi. Saya punya tol Medan-Binjai itu harusnya 16 km. Yang lain masih pembebasan lahan, 2018 kita selesaikan," tambahnya.

Paul mengaku dari beberapa sopir truk mengusulkan meminta keringanan tarif. Namun, kebijakan terkait "diskon" tarif jalan tol berada pada PT Jasamarga Kualanamu Tol sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Direktur Utama PT Jasamarga Kuanamu Tol Agus Suharjanto tidak menampik jika penggunaan tol masih didominasi kendaraan golongan I. Pangsa kendaraan golongan I mencapai 80% dari total kendaraan perhari yang mencapai 8.000-9.000 unit.

"Memang masih dominan golongan I, yang kendaraan besar sedikit lebih mahal. Tapi kalau dilihat dari operasional kendaraan itu, sebenarnya tidak mahal," tambahnya.
 


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol medan-kualanamu-tebing tinggi

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top