Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPM Manajemen: Bonus Demografi Jangan Jadi Beban Demografi

Indonesia disebut-sebut bakal mendapatkan bonus demografi pada 2030 seiring dengan besarnya jumlah penduduk di usia produktif. Tetapi, hal ini ternyata bisa berbalik menjadi beban demografi jika tidak diperhatikan dengan serius.
Anissa Margrit
Anissa Margrit - Bisnis.com 15 November 2017  |  17:30 WIB
PPM Manajemen: Bonus Demografi Jangan Jadi Beban Demografi
Ilustrasi. - .Antara/Ardiansyah
Bagikan

Bisnis.com, BOGOR—Indonesia disebut-sebut bakal mendapatkan bonus demografi pada 2030 seiring dengan besarnya jumlah penduduk di usia produktif. Tetapi, hal ini ternyata bisa berbalik menjadi beban demografi jika tidak diperhatikan dengan serius.

Pada 2030, jumlah usia produktif yang berada di kisaran 16-38 tahun diperkirakan mencapai 70% dari total penduduk Indonesia. Adapun saat ini jumlah kelompok usia produktif sudah di atas 30%.

Executive Director PPM Manajemen Bramantyo Djohanputro menuturkan meskipun jumlah penduduk Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, tapi daya saingnya masih di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Sementara itu, Vietnam, Kamboja, dan Filipina yang sekarang masih di bawah Indonesia pun terus menanjak kualitas serta produktivitasnya.

“Mereka terus naik, sedangkan kita stagnan. Salah satu sebabnya adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Tenaga kerja kita sebagian besar hanya tamatan SD. Pertanyaannya, kelompok usia produktif nantinya jadi bonus demografi atau beban demografi?” papar dia dalam Media Gathering PPM Manajemen di The Highland Park Resort, Rabu (15/11/2017).

Untuk menekan tingkat pengangguran, pertumbuhan ekonomi mesti terus dikerek. Per kuartal III/2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,06%. Adapun pada 2016 sebesar 5,02%.

Bram menilai untuk mencapai full employment diperlukan pertumbuhan ekonomi di tingkat 7%. “Dengan kenaikan PDB 1% dapat menyerap 300.000 tenaga kerja,” sebut dia.

Pendidikan vokasi dipandang sebagai cara lain untuk memangkas tingkat pengangguran. Dengan keahlian yang siap digunakan oleh industri, tingkat penyerapannya pun besar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penduduk
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top