Begini Kiprah 88 Tahun Nyonya Meneer

Nyonya Meneer adalah merek jamu yang telah melegenda dan dikenal luas oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Namanya berasal dari beras menir, yaitu sisa butir halus penumbukan padi. Karena pengaruh ejaan Belanda, ejaan Menir berubah menjadi Meneer.
Chamdan Purwoko & Anggara Pernando
Chamdan Purwoko & Anggara Pernando - Bisnis.com 05 Oktober 2017  |  13:39 WIB
Begini Kiprah 88 Tahun Nyonya Meneer
Nyonya Meneer - web

Bisnis.com, JAKARTA - Nyonya Meneer adalah merek jamu yang telah melegenda dan dikenal luas oleh mayoritas masyarakat Indonesia.

Mengutip Wikipedia, merek Nyonya Meneer adalah representasi dari Lauw Ping Nio yang lahir di Sidoarjo, Jawa Timur, 1895, dan wafat 1978, dialah seorang wirausahawan di bidang industri jamu di Indonesia.

Namanya berasal dari beras menir, yaitu sisa butir halus penumbukan padi. Ibunya mengidam dan memakan beras ini sehingga pada waktu lahir kemudian diberi nama Menir. Karena pengaruh ejaan Belanda, ejaan Menir berubah menjadi Meneer.

Ibu Meneer merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Dia menikah dengan pria asal Surabaya, dan kemudian pindah ke Semarang. Pada masa pendudukan Belanda tahun 1900an, pada masa-masa penuh keprihatinan dan sulit itu suaminya sakit keras dan berbagai upaya penyembuhan sia-sia. Ibu Meneer mencoba meramu jamu Jawa yang diajarkan orang tuanya dan suaminya sembuh.

Sejak saat itu, Ibu Meneer lebih giat lagi meramu jamu Jawa untuk menolong keluarga, tetangga, kerabat maupun masyarakat sekitar yang membutuhkan. Dia mencantumkan nama dan potretnya pada kemasan jamu yang ia buat dengan maksud membina hubungan yang lebih akrab dengan masyarakat yang lebih luas. Berbekal perabotan dapur biasa, usaha keluarga ini terus memperluas penjualan ke kota-kota sekitar.

Pada tahun 1919 atas dorongan keluarga berdirilah Jamu Cap Potret Nyonya Meneer yang kemudian menjadi cikal bakal salah satu industri jamu terbesar di Indonesia. Selain mendirikan pabrik Nyonya Meneer juga membuka toko di Jalan Pedamaran 92, Semarang. Perusahaan keluarga ini terus berkembang dengan bantuan anak-anaknya yang mulai besar.

Dalam perjalanan 88 tahun, Nyonya Meneer menghadapi masalah kepailitan. Berdasarkan pengakuan Presiden Direktur PT Nyonya Meneer Charles Saerang mengungkapkan keterpurukan industri jamu legendaris miliknya itu akibat maraknya jamu berbahan baku kimia.

"Pada tahun 2015, kami mulai mengalami gangguan distribusi. Sejak maraknya jamu kimia, kata dia, banyak distributor yang ketakutan," kata Charles seusai sidang mediasi tentang gugatan pelunasan gaji buruh di Pengadilan Negeri Semarang, di Semarang, Kamis (28/9/2017).

Sebagai gambaran kiprah Nyonya Meneer selama 88 tahun, berikut kami sajikan ringkasan perjalan merek jamu legendaris ini sebagai berikut.

  • 1919 - Pabrik Jamu Cap Potret Nyonya Meneer berdiri di Semarang.
  • 1940 - Nyonya Meneer merambah Jakarta di Jalan Juanda, Pasar Baru.
  • 1967 - Nyonya Meneer memimpin perusahaan dan mempercayakan tanggung jawab perusahaan kepada salah satu anaknya, Hans Ramana
  • 1976 - Hans Ramana meninggal dunia.
  • 1984 - Museum Jamu Nyonya Meneer berdiri di Semarang.
  • 1985 - Terjadi perseteruan di antara kelima cucu pewaris Nyonya Meneer yang melibatkan ratusan bahkan ribuan pekerjanya.
  • 1989-1994 - Terjadi konflik kedua.
  • 1995 - Konflik berakhir, perusahaan dipimpin oleh cucu Nyonya Meneer yang bernama Charles Saerang.
  • 2006 - PT Nyonya Meneer ekspansi hingga ke Taiwan setelah ke Malaysia, Brunei, Australia, Belanda, dan Amerika.
  • 2013 - Demo karyawan karena persoalan tunggakan gaji.
  • 2015 - PT Nyonya Meneer melawan 35 kreditur di Pengadilan Niaga Semarang dengan hasil kesepakatan proposal masa Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
  • 2016 - Karyawan mogok kerja karena tunggakan gaji.
  • 2017 - Dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang

Sumber: Diolah dari berbagai data.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Nyonya Meneer

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top