Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KESELAMATAN OPERASI: Sriwijaya Air Bidik Raih Sertifikat IOSA Tahun Depan

Sriwijaya Air menargetkan sertifikat keselamatan operasi dari International Air Transport Association akan didapatkan maskapai besutan keluarga Chandra Lie tersebut pada pertengahan 2018.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 28 Agustus 2017  |  19:14 WIB
Sriwijaya Air. - JIBI/Nurul Hidayat
Sriwijaya Air. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Sriwijaya Air menargetkan sertifikat keselamatan operasi dari International Air Transport Association akan didapatkan maskapai besutan keluarga Chandra Lie tersebut pada pertengahan 2018.

Sertifikat yang dimaksud tersebut adalah sertifikat International Air Transport Association Operational Safety Audit (IATA-OSA/IOSA). Adapun, sertifikat tersebut merupakan standar internasional yang mengukur manajemen dan sistem kontrol maskapai.

Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Group Agus Soedjono mengatakan saat ini tahapan persiapan Sriwijaya Air untuk mengajukan sertifikat keselamatan operasi dari IATA sudah masuk dalam audit internal.

“Pelatihan SDM yang kami benahi sejak tahun lalu sudah selesai. Kini, tengah dalam audit internal. Apabila tidak ada hal-hal yang harus dibenahi lagi, kami akan segera ajukan IOSA itu,” katanya di Jakarta, Senin (28/8).

Agus menambahkan pelatihan SDM merupakan komponen terakhir yang perlu dibenahi Sriwijaya Air, sebelum mengajukan sertifikat IOSA. Dalam perbaikannya, Sriwijaya Air membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun.

Sementara itu, Direktur Quality, Safety, dan Security Sriwijaya Air Toto Soebandoro menilai sertifikat IOSA merupakan salah satu hal yang penting bagi Sriwijaya guna mendukung perkembangan bisnis maskapai ke depannya.

“Hal itu dikarenakan dengan adanya sertifikat IOSA tersebut, maka manajemen dan sistem kontrol yang dilakukan Sriwijaya Air juga telah sesuai dengan standar operator penerbangan internasional,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Toto, Sriwijaya Air juga bakal lebih mudah apabila ingin membentuk aliansi dengan maskapai lainnya, ataupun diajak bergabung dengan aliansi penerbangan yang sudah ada saat ini.

Menurutnya, tanpa IOSA, maskapai seringkali perlu melakukan audit satu sama lain, sebelum beraliansi atau bekerja sama. Oleh karena itu, adanya IOSA membuka jalan lebih mudah dalam ekspansi bisnis Sriwijaya Air.

“Kalau beraliansi, otomatis maskapai satu dengan lainnya itu akan saling mengaudit. Nah, kalau sudah ada IOSA enggak perlu saling audit lagi, karena percaya sudah comply. Jadi, manfaat utamanya disitu,” ujarnya.

Di sisi lain, Sriwijaya Air juga berhasil meraih sertifikat Basic Aviation Risk Standard (BARS) dengan status Gold dari Flight Safety Foundation. Hasil ini menunjukkan komitmen Sriwijaya Air dalam menjaga aspek keselamatan penerbangan.

Sekadar catatan, Sriwijaya Air Group merupakan grup maskapai dengan jumlah penumpang domestik terbesar ketiga di Indonesia. Sepanjang semester I/2016, maskapai itu berhasil mengangkut 4,95 juta penumpang dengan pangsa pasar sebesar 11,71%.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sriwijaya air
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top