Susul Travis Kalanick, Anggota Dewan Direksi Uber Bill Gurley Ikut Mundur

Pergolakan di Uber Technologies Inc. berlanjut setelah Bill Gurley dikabarkan mundur dari susunan dewan direksi perusahaan, menyusul pengunduran diri Travis Kalanick sebagai CEO Uber.
Renat Sofie Andriani | 22 Juni 2017 13:16 WIB
Bill Gurley - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergolakan di Uber Technologies Inc. berlanjut setelah Bill Gurley dikabarkan mundur dari susunan dewan direksi perusahaan, menyusul pengunduran diri Travis Kalanick sebagai CEO Uber.

Dilansir Bloomberg (Kamis, 22/6/2017), juru bicara perusahaan modal ventura, Benchmark Capital, mengatakan Gurley yang bertindak sebagai salah satu Direktur Uber akan menyerahkan kursinya dalam dewan direksi kepada rekannya di Benchmark, Matt Cohler.

Ini akan menjadi perubahan yang ketiga kalinya bagi dewan direksi Uber dalam beberapa pekan terakhir. Pendiri perusahaan investasi TPG Capital yang juga berlaku sebagai Direktur Uber, David Bonderman, sebelumnya memutuskan untuk mundur dari dewan direksi perusahaan. Posisi Bonderman dalam Uber digantikan oleh koleganya, David Trujillo.

Bonderman memutuskan mundur setelah menyampaikan pernyataan yang dinilai seksis kepada sesama anggota dewan direksi, Arianna Huffington, dalam sebuah pertemuan yang ditujukan untuk menangani budaya perusahaan Uber yang cacat.

Dalam pertemuan itu, Huffington berbicara kepada karyawan tentang pentingnya menambah jumlah wanita ke dalam susunan dewan direksi. Wan Ling Martello, seorang eksekutif di Nestle SA, pun bergabung dalam susunan dewan direksi awal bulan ini.

Gurley adalah salah satu investor paling awal di Uber. Dia memainkan peran kunci dalam dewan direksi selama bertahun-tahun serta membantu merekrut banyak eksekutif perusahaan. Namun secara pribadi Gurley menjadi kritikus vokal terhadap Kalanick dalam beberapa bulan terakhir.

Startup tersebut telah mengalami pergolakan pada sebagian besar periode tahun ini, menyusul unjuk rasa para pengemudi atas kaitan perusahaan dengan pemerintahan Trump dan penyelidikan terhadap tata kelola perusahaan yang dilakukan oleh mantan Jaksa Agung AS, Eric Holden.

Pada Selasa (20/6) waktu setempat, pihak manajemen Uber mengkonfirmasikan perihal pengunduran diri Kalanick sebagai CEO, setelah New York Times melaporkan tuntutan pengunduran diri dari sejumlah investor perusahaan tersebut, di antaranya Benchmark Capital.

“Ini adalah keputusan yang berani serta menunjukkan tanda pengabdian dan kecintaannya pada Uber.  Dengan mengundurkan diri, dia memberi waktu untuk pulih dari permasalahan pribadinya sambil memberi kesempatan bagi perusahaan untuk sepenuhnya memiliki bab baru dalam sejarah Uber,” jelas dewan direksi Uber dalam sebuah pernyataan email tentang Kalanick.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
TRAVIS KALANICK, Uber Technologies

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top