LEBARAN SEBENTAR LAGI, Ikappi: Sepekan Ini Momen Paling Rumit Kendalikan Harga

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri menilai fase sepekan jelang Idulfitri menjadi momen paling rumit. Pasalnya, setiap tahunnya selalu terjadi kenaikan harga
Nurhadi Pratomo | 20 Juni 2017 17:45 WIB
Ilustrasi. - .Antara/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA- Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri menilai fase sepekan jelang Idulfitri menjadi momen paling rumit. Pasalnya, setiap tahunnya selalu terjadi kenaikan harga.

Kendati demikian, dia menilai kenaikan pada tahun ini relatif kecil dibandingkan dengan 5 tahun sebelumnya. Namun, beberapa komoditas, menurutnya, masih mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi.

“Permintaan akan sangat tinggi di hari-hari ini, karena THR [tunjangan hari raya] baru keluar dan budaya masyarakat sangat konsumtif jelang Lebaran,” ujarnya.

Dia mengatakan solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan mencukupi pasokan komoditas di pasar. Hal itu menurutnya telah dilakukan melalui antisipasi yang cukup oleh pemerintah.

Sebelumnya,  Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengungkapkan pihaknya telah meminta kepada sejumlah pelaku usaha untuk terjun langsung ke pasar memberikan pasokannya. Tujuannya, untuk menjaga kestabilan harga.

“Pelaku usaha diminta untuk turun ke pasar hingga H-2 terutama untuk komoditas minyak goreng dan daging,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (20/6).

Tjahya menjelaskan harga beberapa komoditas memang masih tinggi meski berangsur turun. Salah satunya adalah bawang putih jenis kating.

“Bawang putih jenis itu memang masih langka tetapi jika bawang putih jenis honan bisa di bawah Rp30.000,” jelasnya.

Pihaknya menyebut akan melakukan operasi pasar ke salah satu pasar di Jakarta pada Rabu (21/6). Hal tersebut dilakukan untuk menekan harga bawang putih.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan pergerakan harga bawang putih harus mencapai titik Rp30.000 per kilogram pada pertengahan Juni 2017.

Mendag kembali menegaskan kepada para importir yang tak bersedia menggelontorkan pasokannya dan juga menekan harga. Dia mengancam bakal mencabut izinnya dan tidak akan mengeluarkan kembali.

“Bawang putih harganya saat ini sudah mulai turun,” ujar Enggartiasto di Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Dia menyatakan selama ini kenaikan harga bahan pokok jelang Ramadan dan Lebaran hanya dinikmati segelintir pihak. Oleh karena itu, Presiden telah memerintahkan untuk menjaga pasokan ketersediaan bahan pokok.

“Sampai hari ini pasokan aman bahkan berlebih,” jelasnya.

Menurut catatan Bisnis, Kementerian Pertanian menyebut kebutuhan bawang putih nasional sebanyak 500.000 ton per tahun. Kuota yang dapat dipenuhi dari pasokan dalam negeri hanya 20.000 ton per tahun.

Mulai 2018, importir bakal diwajibkan oleh pemerintah untuk menanam bawang putih. Kesanggupan tersebut akan dinyatakan dalam rekomendasi impor. Luas tanam bawang putih nasional saat ini hanya 2.000 hektare dengan produktivitas 10 ton per hektare.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bahan pokok

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top