Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Samurai Bonds: Tenor 7 Tahun Permintaan Investor

Penerbitan Surat Utang Negara dalam valuta asing asing berdenominasi yen Jepang atau bisa disebut Samurai Bond dengan tenor terlama yakni 7 tahun merupakan permintaan investor.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 06 Juni 2017  |  14:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Penerbitan Surat Utang Negara dalam valuta asing asing berdenominasi yen Jepang atau bisa disebut Samurai Bond dengan tenor terlama yakni 7 tahun merupakan permintaan investor.

Direktur Strategis dan Portofolio Utang Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Schneider Siahaan mengatakan keputusan itu merupakan permintaan dari investor.

“Pemerintah menerbitkan public offering SBN denominasi Yen tenor 7 tahun untuk memenuhi kebutuhan investor dan pengelolaan portfolio utang pemerintah. Kami menerbitkan tenor 7 tahun itu sesuai dengan permintaan mereka,”ujarnya, Selasa (6/6).

Sementara itu, dalam keterangan resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan disebutkan bahwa Surat Utang dalam valuta asing asing berdenominasi Yen Jepang (Samurai Bond) tersebut sebelumnya diterbitkan dengan format private placement. Dalam penerbitan samurai bond terbaru, Pemerintah memilih surat utang dalam format public offering. Hal itu merupakan yang pertama kalinya sejak ditetapkannya undang-undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara.

Schneider mengatakan penerbitan sutang dalam format public offering lantaran bisa menjangakau banyak investor.
“Kalau private placement itu kan hanya bisa menjual SBN ke investor yang qualified (terbatas) aja. Kalau public offering bisa untuk umum jadi bisa menjangkau lebih banyak investor,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi obligasi negara samurai bonds
Editor : Lutfi Zaenudin
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top