Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BAHAN BAKAR GAS: Subsidi Butuh Waktu Panjang

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mengakui tahapan pemberian subsidi tertutup gas LPG ukuran 3 kg menggunakan kartu elektronik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) memerlukan proses panjang.Kepala Pokja Pemantauan dan Evaluasi TNP2K Elan Satriawan mengungkapkan tahapan panjang tersebut disebabkan karena pemerintah perlu memastikan kesiapan dari penyalurannya.
Warga membeli tabung elpiji 3 kilogram di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (15/3)./Antara-Basri Marzuki
Warga membeli tabung elpiji 3 kilogram di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (15/3)./Antara-Basri Marzuki

Bisnis.com, JAKARTA-Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mengakui tahapan pemberian subsidi tertutup gas LPG ukuran 3 kg menggunakan kartu elektronik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) memerlukan proses panjang.

Kepala Pokja Pemantauan dan Evaluasi TNP2K Elan Satriawan mengungkapkan tahapan panjang tersebut disebabkan karena pemerintah perlu memastikan kesiapan dari penyalurannya.

Jika disalurkan lewat Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dia berharap agen penukaran atau tempat penukarannya sudah siap. Faktor kesiapan yang diperhitungkan antara lain keterjangkauan tempat penukaran dan ketersediaan mesin electronic data capture (EDC). "Tetapi harapannya tahun depan sudah bisa mulai dengan mekanisme baru menyasar kelompok yang tepat bukan seperti sekarang, siapa saja bisa beli," ujarnya.

Rencana pemberlakukan subsidi gas LPG 3Kg bersasaran atau tertutup melalui kartu seharusnya seharusnya bisa dilakukan tahun ini. Sayang, dia mengungkapkan mekanismenya belum siap.

Mulai 2018, pemerintah akan menyalurkan subsidi tertutup gas LPG ukuran 3 kg menggunakan kartu elektronik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Tujuannya, katanya, supaya alokasi dana bantuan tersebut tidak terus membengkak hingga Rp40 triliun tahun depan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan distribusi subsidi melalui KKS lebih efisien.

Dari data Kementerian ESDM, subsidi gas LPG pada 2016 mencapa Rp27 triliun. Sementara itu, tahun ini subsidi dipatok pada angka Rp22 triliun.

Akhir tahun ini, Jonan memprediksikan subsidi LPG tersebut akan membengkak membengkak Rp30 triliun. "Kalau terus dibiarkan bisa Rp40 triliun tahun depan,” katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hadijah Alaydrus
Editor : Lutfi Zaenudin
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper