Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peritel Modern Keluhkan Banyaknya Izin

Peritel modern mengeluhkan banyaknya izin yang diperlukan untuk membuka gerai di daerah
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 04 Mei 2017  |  20:13 WIB
Ilustrasi. - .Bisnis/Miftahul Khoer.
Ilustrasi. - .Bisnis/Miftahul Khoer.

Bisnis.com, JAKARTA—Peritel modern mengeluhkan banyaknya izin yang diperlukan untuk membuka gerai di daerah.

General Manager Corporate Communication PT Trans Retail Indonesia (Transmart Carrefour) Satria Hamid mengungkapkan untuk membuka satu gerai baru di daerah, pihaknya harus mendapatkan sekitar 50 izin dari pemerintah setempat.

“Ada beberapa daerah yang masih meminta Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP),” ungkap dia di sela-sela pembukaan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Kamis (4/5/2017).

Padahal, seperti yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) 112/2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern, izin cukup dengan  Izin Usaha Toko Modern (IUTM).

Aprindo juga meminta revisi Perpres tersebut cepat rampung agar ekspansi di daerah bisa lebih cepat berjalan. Peritel modern mengharapkan revisi beleid tersebut dapat membantu menurunkan biaya ekspansi terutama di kawasan Indonesia Timur dan memberi kesempatan bagi ritel modern untuk bisa sama-sama tumbuh dengan pasar tradisional.

Pasalnya, revisi yang dilakukan menyangkut persyaratan yang diperlukan untuk bisa membuka gerai. Dalam Peraturan Presiden (Perpres) 112/2007 saat ini, pendirian toko ritel modern harus mengacu pada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten/Kota, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota, termasuk peraturan zonasinya. 

Sementara itu, dalam pembahasan revisi disebutkan bahwa pendiriannya dapat mengacu pada RTRW atau zonasi. Selain itu, baru sembilan daerah dari 514 kabupaten/kota yang sudah memiliki RDTR.  

Revisi regulasi ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2015 tapi realisasinya belum kunjung terjadi. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

supermarket
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top