Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pentingnya Lumbung Pangan

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyatakan pembangunan lumbung pangan desa masih tetap penting hingga masa kini.Menteri Desa PDTT Eko Putro Sanjoyo menuturkan bahwa Kemendes PDTT akan membangun lumbung pangan desa melalui dana desa untuk memenuhi kebutuhan pangan desa.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 19 April 2017  |  16:22 WIB
Pentingnya Lumbung Pangan
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyatakan pembangunan lumbung pangan desa masih tetap penting hingga masa kini.

Dalam siaran pers yang dikutip Bisnis, Rabu (19/4), Menteri Desa PDTT Eko  Putro Sanjoyo menuturkan bahwa Kemendes PDTT akan membangun lumbung pangan desa melalui dana desa untuk memenuhi kebutuhan pangan desa.

Bukan hanya memenuhi kebutuhan pangan di desa, lumbung pangan juga akan menambah pendapatan bagi desa karena bisa dijual ke luar daerah.

“Kalau di desa  punya lumbung pangan desa, nanti hanya kelebihan produknya saja yang di kirim ke luar desa, sisanya tetap untuk kebutuhan desa-desa tersebut. Kita dari Kemendes PDTT akan membuat lumbung pangan dan dari Kementan akan membuat gudang-gudang besar,”ujarnya.

Sementara itu, pasca kunjungannya di Karawang, Jawa Barat untuk meghadiri Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Eko bersama dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, meninjau gudang persediaan beras di komplek bulog Amansari yang berada di Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan stok pangan Kementerian Desa
Editor : Lutfi Zaenudin

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top