Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mentan Panen Padi di Tuban dan Bojonegoro

Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan panen tanaman padi di Kabupaten Lamongan, Tuban dan Bojonegoro, Jawa Timur, sekaligus mengecek penyerapan beras dan gabah dalam pengadaan di wilayah kerja Bulog Subdivre III Bojonegoro.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Maret 2017  |  12:48 WIB
Mentan Panen Padi di Tuban dan Bojonegoro
Panen Padi. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, TUBAN -  Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan panen tanaman padi di Kabupaten Lamongan, Tuban dan Bojonegoro, Jawa Timur, sekaligus mengecek penyerapan beras dan gabah dalam pengadaan di wilayah kerja Bulog Subdivre III Bojonegoro.

Kepala Bagian Humas dan Media Pemkab Tuban Agus Wijaya menjelaskan Menteri Pertanian Amran Sulaiman akan mengunjungi panen raya tanaman padi di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu.

"Luas areal tanaman padi yang panen musim hujan di desa setempat sekitar 250 hektare," kata dia di Tuban, Selasa (7/3/2017).

Sebelum itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga akan mengunjungi panen raya tanaman padi di Desa Babat, Lamongan, dan juga di Bojonegoro yang masuk wilayah kerja Bulog Subdivre III Bojonegoro.

Kepala Dinas Pertanian Pemkab Bojonegoro Akhmad Djupari menjelaskan lokasi panen tanaman padi yang akan dikunjungi Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Desa Kedungarum, Kecamatan Kanor, Rabu (8/3).

Panen raya tanaman padi di desa setempat, lanjut dia, juga akan dilakukan penyerapan gabah hasil panen petani. "Harga gabah di tingkat petani di daerah kami untuk kualitas paling rendah sekitar Rp3.400 per kilogram gabah kering panen (GKP)," ujar dia.

Namun, menurut dia, Bulog Subdivre III akan membeli gabah panen tanaman padi dengan harga Rp3.700 per kilogram dengan persyaratan kadar air berkisar 25-30 persen.

"Tapi panen tanaman padi di daerah kami rata-rata kualitas menengah," katanya.

Ia juga menyebutkan tanaman padi di daerahnya pada musim hujan tahun ini mencapai 65.000 hektare.

"Panen tanaman padi musim hujan sudah sekitar 70%, sedangkan yang belum panen sekitar 30%," kata dia.

Hanya saja, menurut dia, tanaman padi di daerahnya sempat terganggu hama wereng coklat, juga sebagian rusak terkena banjir luapan Bengawan Solo dan banjir bandang.

Sesuai data, luas tanaman padi yang diserang hama wereng coklat sekitar 1.200 hektare, dengan penurunan produksi menjadi rata-rata 6 ton per hektare GKG, yang dalam kondisi normal 8 ton GKG per hektare.

"Tapi kami optimistis target produksi padi pada tahun ini bisa tercapai," katanya.

Ia menambahkan Bulog Subdivre III Bojonegoro di wilayah kerjanya Bojonegoro, Tuban dan Lamongan, dalam pengadaan tahun ini akan melakukan pembelian sekitar 100 ribu ton setara beras.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mentan panen padi

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top