Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pacu Produksi Pangan, Polri Siap Terlibat

Kepolisian Republik Indonesia siap melibatkan diri dalam mengerek produksi pangan dalam negeri dan menegakkan hukum atas pelanggaran-pelanggaran di sektor pangan.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 10 Januari 2017  |  01:41 WIB
Petani membersihkan gabah - Antara
Petani membersihkan gabah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia siap melibatkan diri dalam upaya mengerek produksi pangan dalam negeri dan menegakkan hukum atas pelanggaran-pelanggaran di sektor pangan.

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Syafruddin dengan tegas mengatakan bahwa salah satu tugas polri adalah memberantas kartel pangan.

Sebab, hal itu merupakan salah satu penyebab meningkatnya impor, khususnya pangan ke Indonesia.

"Tugas Polri adalah menindak kartel. Karena salah satu indikator yang selama ini menghambat ataupun yang menahan swasembada itu adalah kartel.

Untuk itu, tugas Polri adalah menghabisi kartel," kata Komjen Syafruddin melalui keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Senin (9/1) malam.

Orang nomor dua di lingkungan Kepolisian RI tersebut mengatakan pada 2017 ini, sedikitnya ada 40 kasus kartel yang tengah ditangani oleh Polri. Dia menegaskan keberadaan kartel akan meningkatkan peluang impor pangan Indonesia, sehingga harus dihentikan.

Komjen Syafruddin menjelaskan bahwa sekarang ini keamanan pangan sangat penting untuk dijaga, demi mengendalikan harga dan menjaga situasi kemasyarakatan tetap stabil.

"Jadi satu-satunya yang bisa menstabilkan negara ini dan bisa berdiri tegak adalah terpenuhinya kebutuhan pangan. Oleh karena itu, aparat keamanan yaitu TNI dan Polri fokus ke situ,” katanya.

Untuk mendukung program pemerintah mencapai swasembada pangan, pihanya kini sedang melakukan kerjasama dengan para petani dan Kementerian Pertanian untuk mengawal peningkatan produksi jagung.

"Di mana TNI sudah terjun ke persawahan di padi dan beras, kemudian Polri menyusul bersama-sama bergandengan tangan dengan para petani untuk mendukung itu semua. Masalah keamanan dijamin. Ini Kapolda, saya perintahkan untuk memperhatikan ini," ujar Syafruddin.

Mentan Amran Sulaiman juga mengakui tanpa dukungan dari kepolisian rasanya sulit untuk swasembada. Dia mencontohkan dalam kasus pupuk, Polri telah memproses 40 kasus hingga masuk penjara.

"Kami masih ingat di awal saya jadi Menteri, ada 40 kasus pupuk dikirim ke penjara. Sekarang pupuk tidak langka lagi, sudah terpenuhi. Dulu 300 kabupaten kami kunjungi, semua berteriak pupuk langka," kata Amr

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri produksi pangan
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top