Rehabilitas DAS Citarum & Cimanuk Dapat Anggaran Rp320 M

Pemerintah pusat akan mendanai biaya rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) Citarum dan Cimanuk, Jawa Barat yang diperkirakan membutuhkan biaya hingga Rp320 miliar.
Irene Agustine | 21 Desember 2016 19:33 WIB
Sungai Citarum - Antara/Yudhi Mahatma

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah pusat akan mendanai biaya rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) Citarum dan Cimanuk, Jawa Barat yang diperkirakan membutuhkan biaya hingga Rp320 miliar.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan biaya tersebut akan meng-cover perbaikan sebanyak 21.800 ha kawasan DAS yang sudah masuk dalam kategori kritis dan mendesak dilakukan perbaikan.

Sebagai informasi, kerusakan ekosistem yang melanda DAS Citarum mencapai 36.000 ha sedangkan DAS Cimanuk mencapai 59.0000 ha.

“Tadi sudah dihitung-hitung untuk rehabilitasi Garut, Citarum dan Cimanuk itu antara Rp280 miliar-Rp320 miliar anggaran tahun depan,” katanya seusai rapat terbatas di Istana Wakil Presiden, Rabu (21/12/2016).

Siti menjelaskan anggaran tersebut akan dibebankan kepada kementeriannya, Kementerian Keuangan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Dalam rapat, dipaparkan mengenai hal teknis terkait rehabilitasi, mulai dari persoalan pembibitan, teknik hingga timeline penanaman.

Siti menargetkan pada Februari-Maret tahun depan sudah mulai dilakukan pembibitan. Adapun, penanaman serentak pohon baru diharapkan bisa dilakukan paling lambat pada Oktober tahun depan.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bentuk penanaman kembali akan ditempuh dalam dua cara, yakni cara konvensional dan aero seeding.

“Kalau konvensional pembibitan dulu baru tanam. Tapi ada juga dengan aero seeding, jadi menyebar bibit menggunakan pesawat utamanya untuk wilayah yang terpencil,” ujarnya.

Untuk kawasan miring, Aher mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi untuk menanam tegakan yang di sela-selanya akan ditanam tanaman kopi, bukan tanaman semusim seperti sayuran. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan keuntungan ekonomi yang lebih banyak kepada petani.

“Karena sekarang harga kopi sudah bagus, dan kopi Jabar dijual sangat mahal sehingga akan menguntungkan petani. Disisi lain cara ini juga akan membuat hutan hijau,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
daerah aliran sungai

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top