Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Genjot PBB, Pemkot Medan Raup Rp1,38 M pada Hari Pertama

Untuk menggenjot perolehan pajak bumi bangunan (PBB), Pemerintah Kota Medan menyelenggarakan PBB Fair di empat lokasi, mulai Senin-Rabu (28-30) November 2016.
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 29 November 2016  |  17:05 WIB
Genjot PBB, Pemkot Medan Raup Rp1,38 M pada Hari Pertama
Ilustrasi - JIBI/Is Ariyanto
Bagikan

Bisnis.com, MEDAN - Untuk menggenjot perolehan pajak bumi bangunan (PBB), Pemerintah Kota Medan menyelenggarakan PBB Fair di empat lokasi, mulai Senin hingga Rabu, 28-30 November 2016. Pada hari pertama penyelenggaraan, pemkot berhasil meraup Rp1,38 miliar.

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution menyebutkan antusiasme masyarakat mengikuti PBB Fair sangat besar. Keempat lokasi pembukaan Pojok Pajak Pelayanan PBB yakni di Lapangan Merdeka, Jalan Gagak Hitam, Suzuya Kampung Baru, dan Supermarket Irian Marelan.

“Melihat antusiasme masyarakat, kami yakin PBB Fair bisa mencapai target sepanjang tahun ini yakni Rp386 miliar. Dari pojok pelayanan di Lapangan Merdeka hari pertama Rp1,14 miliar, Gagak Hitam Rp126 juta, Suzuya Rp61 juta dan Supermarket Irian Rp52 juta. Untuk di Lapangan Merdeka, potensi peningkatannya besar, karena kami buka sampai pukul 23.00 WIB,” papar Akhyar, Selasa (29/11/2016).

Hingga saat ini, rinci Akhyar, realisasi PBB di Medan sudah mendekati 90%. Dengan adanya PBB Fair, dia optimistis target sepanjang tahun bisa tercapai. Bagi masyarakat yang membayar PBB dalam 3 hari ini, akan mendapatkan kupon.

Kupon akan diundi pada malam terakhir di Lapangan Merdeka untuk mendapatkan berbagai hadiah. “Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat Medan,” tambah Akhyar.

Berdasarkan laporan Dinas Pendapatan Kota Medan, sepanjang tahun ini ada dua kecamatan yang paling tinggi untuk realisasi pembayaran PBB yakni Medan Barat dan Medan Perjuangan. Realisasi di kedua kecamatan hampir mencapai 100%. Sementara itu, realisasi terendah terjadi di Medan Tuntungan yakni baru 60%.

“Untuk itu, Dispenda Medan bersama jajaran kecamatan Medan Tuntungan akan berupaya meningkatkan pendapatan PBB tersebut, salah satunya dengan mendatangi wajib pajak door to door. Kendalanya memang karena objek pajak cukup luas, tapi pemilik tanah tidak berdomisili di Medan Tuntungan. Petugas sulit melakukan pemungutan,” ucap Akhyar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medan pajak bumi dan bangunan
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top