Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pertamina MOR IV Targetkan Penjualan Dexlite di 230 SPBU

PT Pertamina MOR IV menargetkan penjualan Dexlite tersebar di 230 SPBU atau 30% dari total keberadaan SPBU di Jawa Tengah dan DIY sebanyak 776.
Direktur Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang (kedua kanan) didampingi GM MOR I, Romulo Hutapea (kedua kiri) dan jajaran PT Pertamina memasukan bahan bakar diesel nonsubsidi Dexlite ke mobil konsumen pada peluncurannya, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (4/6/2016)./Antara-Irsan Mulyadi
Direktur Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang (kedua kanan) didampingi GM MOR I, Romulo Hutapea (kedua kiri) dan jajaran PT Pertamina memasukan bahan bakar diesel nonsubsidi Dexlite ke mobil konsumen pada peluncurannya, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (4/6/2016)./Antara-Irsan Mulyadi

Bisnis.com, SEMARANG - Pertamina MOR IV menargetkan penjualan Dexlite tersebar di 230 SPBU atau 30% dari total keberadaan SPBU di Jawa Tengah dan DIY sebanyak 776.

Tidak seperti produk Pertalite yang mampu menggeser keberadaan Premium, produk Pertamina untuk mesin diesel, Dexlite belum mampu menggeser konsumsi Solar di pasaran.

General Manager PT Pertamina (Persero) MOR IV Jawa Tengah dan DIY Kusnendar mengatakan penjualan Dexlite memang belum begitu booming karena disparitas harga sekitar Rp1.500 dibandingkan Bio Solar.

Oleh sebab itu, pihaknya terus menyosialisasikan bahan bakar jenis Dexlite di kalangan pengusaha angkutan umum.

"Sosialisasi dan promosi harus terus dilakukan untuk menggenjot penjualan. Target kami hingga akhir tahun bisa tersebar 30% dari SPBU saat ini," ujarnya di sela-sela Gathering Dexlite dengan Pengusaha Truk di Semarang, Rabu (9/11/2016).

Dexlite adalah bahan bakar minyak terbaru dari Pertamina untuk kendaraan bermesin diesel di Indonesia yang diluncurkan pada April lalu sebagai varian baru bagi konsumen yang menginginkan bahan bakar minyak (BBM) dengan kualitas di atas Solar namun di bawah Pertamina Dex.

Dexlite memiliki angka setana (cetane number) 51, sedangkan Solar memiliki angka setana 48 dan Pertamina Dex 53.

Dia mengatakan promosi masih aktif dilakukan mengingat Dexlite baru diluncurkan Mei 2016.

Dalam mengoptimalkan penjualan, pihaknya mengundang pengusaha dan pengurus sejumlah asosiasi angkutan umum di antaranya Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).

"Secara umum memang keberadaan Dexlite ini mampu menggeser 10% konsumsi dari Bio Solar, tapi belum maksimal. Kami terus mengajak pengusaha untuk menggunakan Dexlite," katanya.

Tingkat penjualan Dexlite di satu SPBU saat ini rata-rata 700 liter per hari.  Saat ini, hanya 57 SPBU yang menyediakan penjualan Dexlite.

Dia menambahkan di Kota Semarang baru terjadi peralihan sekitar 10%, yang didominasi kendaraan pribadi.

Kusnendar menginginkan korporasi logistik dan pengusaha jasa angkutan, untuk beralih ke Dexlite. "Saat ini Pertamina mulai fokus dalam pengembangan pemasaran Dexlite," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Aptrindo Gemilang Tarigan menyambut baik keberadaan Dexlite.

Dia memaparkan pengusaha truk akan beralih ke Dexlite selama kualitas dan harga sesuai dengan apa yang diinginkan oleh para pengusaha.

"Ada beberapa pengusaha truk menggunakan dan kelihatannya ada perbedaan tetapi tetap perlu ada uji coba di lapangan. Kami melihat ini positif, apalagi solar mengandung sulfur yang cukup tinggi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Muhammad Khamdi
Editor : Fatkhul Maskur

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper