Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Murni, TKI Asal Banyumas Meninggal di Malaysia

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia asal Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, RT 004 RW 004, Sri Murni (40) meninggal dunia karena penyakit "septic shock".
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 09 September 2016  |  14:31 WIB
Sri Murni, TKI Asal Banyumas Meninggal di Malaysia
Ilustrasi - Antara
Bagikan

Bisnis.com, KUALA LUMPUR -  Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia asal Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, RT 004 RW 004, Sri Murni (40) meninggal dunia karena penyakit "septic shock".

"KBRI baru  mendapat permohonan surat keterangan pengiriman jenazah untuk atas nama Sri Murni asal Banyumas. Penyebab meninggalnya tertulis 'septic shock' dengan asidosis metabolik berat," kata Atase Penerangan Sosial dan Budaya Kedubes RI di Kuala Lumpur, Trigustono Supriyanto di Kuala Lumpur, Jumat (9/9/2016).

Trigustono mengatakan "septic shock" merupakan hasil dari infeksi dan menyebabkan perubahan drastis dalam tubuh yang sangat berbahaya serta berpotensi mengancam nyawa.

"Hal ini terjadi ketika bahan kimia yang melawan infeksi dengan memicu reaksi inflamasi dilepaskan ke dalam aliran darah," katanya.

Trigustono mengatakan almarhum meninggal dunia (6/9), sedangkan KBRI Kuala Lumpur baru mendapatkan informasi (8/9) malam.

"Almarhum kerja di Selangor. Belum jelas dia kerja di pabrik atau pembantu rumah tangga. Jenazah sudah diurus oleh Casket Paradise Funeral Care untuk pemulangan ke Indonesia dan diserahkan ahli waris," katanya.

Trigustono mengatakan almarhum masih mempunyai gaji 2.646,35 Ringgit Malaysia (RM) dan uang derma 1.060 RM.

"Jadi belum ada kepastian apakah almarhum meninggal dunia karena zika atau bukan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tki malaysia

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top