Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PBB DKI Jatuh Tempo Besok, Wajib Pajak Diminta Segera Lunasi Tagihan

Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Agus Bambang mengingatkan wajib pajak, khususnya pajak bumi dan bangunan (PBB) di DKI Jakarta untuk segera melunasi tagihan. n
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 30 Agustus 2016  |  19:28 WIB
PBB DKI Jatuh Tempo Besok, Wajib Pajak Diminta Segera Lunasi Tagihan
Ilustrasi - JIBI/Is Ariyanto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Agus Bambang mengingatkan wajib pajak, khususnya pajak bumi dan bangunan (PBB) di DKI Jakarta untuk segera melunasi tagihan.

"PBB DKI 2016 jatuh tempo Rabu, 31 Agustus 2016. Para wajib pajak diharap segera melunasi tagihannya," ujarnya, Selasa (30/8/2016).

Dia menuturkan PBB yang harus dibayarkan wajib pajak merupakan aset berupa rumah tapak atau rumah susun dengan perhitungan nilai jual objek pajak (NJOP) di atas Rp1 miliar.

Adapun, Pemprov DKI sudah menghapuskan PBB dengan NJOP sampai dengan Rp1 miliar seiring ditekennya Pergub No 259 Tahun 2015 tentang Pembebasan PBB Perdesaan dan Perkotaan atas rumah, rusun, dan rusunawa milik dengan NJOP sampai dengan Rp1 miliar.

"Dasar kebijakan ini dalam rangka meningkatkan beban hidup wajib pajak orang pribadi akibat perlambatan ekonomi," lanjutnya.

Agus menambahkan tarif PBB-P2 di DKI Jakarta berdasarkan NJOP adalah 0,01% untuk NJOP kurang dari Rp200 juta, 0,1% untuk NJOP Rp200 juta-Rp2 miliar, 0,2% untuk NJOP Rp2 miliar-Rp10 miliar, dan 0,3% untuk NJOP Rp10 miliar atau lebih.

"Pembayaran PBB-P2 bisa dilakukan di 12 mitra bank dan kantor pos. Bila lewat tanggal jatuh tempo wajib pajak akan dikenakan denda berupa bunga 2% per bulan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pajak bumi dan bangunan
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top