Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menpar: Pengembangan Pariwisata Pusat dan Daerah Harus Sinkron

Kesuksesan industri pariwisata Sulawesi Utara tergantung pada konektivitas program kerja pemerintah pusat dan daerah terkait pengembangan potensi daerah dan kesatuan promosi.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 30 Juli 2016  |  04:01 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya - Bisnis.com/Natalia Indah Kartikaningrum
Menteri Pariwisata Arief Yahya - Bisnis.com/Natalia Indah Kartikaningrum

Bisnis.com, MANADO - Kesuksesan industri pariwisata Sulawesi Utara tergantung pada konektivitas program kerja pemerintah pusat dan daerah terkait pengembangan potensi daerah dan kesatuan promosi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan dalam mendorong pariwisata suatu daerah, Sang CEO (Gubernur, Bupati/Walikota) harus mempunyai komitmen. Terlebih lagi, program yang diusung dalam pengembangan pariwisata haruslah sinergi, dan mendukung satu sama lain.

“Manado akan jadi hub, daerah lainnya, seperti Bitung, Sangihe dan lainnya menjadi lokasi pendukung. Jangan buat promosi sendiri-sendiri, kita harus sinergi dan saling mendukung,” tuturnya dalam seminar Jangan Sampai Gagal yang diselenggarakan di Grha Pena, Manado, Jumat (29/7/2016).

Pada 2019, target kunjungan wisatawan asing yang datang ke Sulut dipatok mencapai 300.000 turis. Arief mengatakan target ini akan melompat 10 kali lipat dari capaian tahun ini.

Melihat target besar tersebut, Kementerian Pariwisata mendukung dengan pengembangan jumlah penerbangan langsung dari beberapa negara potensial, seperti China, Korea, Jepang dan negara Asean.

“Selama ini, tingkat image Manado di mata dunia masih rendah, harus digenjot lagi. Di sini [Manado] lokasi pariwisatanya bagus, tapi mengenai akses masih menjadi masalah,” ujarnya.

‎Pada kesempatan yang sama, Founder & CEO MarkPlus Hermawan Kertajaya mengatakan kalau Sulawesi Utara menjadikan pariwisata menjadi sektor unggulan, komitmen dari kepala daerah menjadi utama.

“Misalnya penempatan Kepala Dinas Pariwisata sudah ideal apa belum, lalu bagaimana pos anggarannya. Belum lagi, apakah satu daerah bisa satu komando dalam menggerakkan potensi pariwisata,” ujarnya.

Sepakat dengan Menteri Pariwisata, perencanaan promosi dan pengembangan pariwisata haruslah singkron dengan pemerintah pusat, terlebih antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengatakan pihaknya sedang fokus membuka banyak akses dari luar untuk masuk ke Manado. Menurutnya, setelah berhasil membuka charter flight dari kota-kota China, fokus selanjutnya adalah menggarap pasar Asia Timur dan Eropa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menteri pariwisata
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top