Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KMK Global Tambah Produksi Sepatu 500.000 Pasang di Salatiga

Pabrik tersebut direncanakan memproduksi 300.000-500.000 pasang sepatu per bulan dari kapasitas maksimal sebanyak 1 juta pasang sepatu per bulan.
Ilustrasi-Perajin membuat sandal dan sepatu batik yang akan diekspor, di Polehan, Malang, Jawa Timur, Senin (11/1)./Antara-Ari Bowo Sucipto
Ilustrasi-Perajin membuat sandal dan sepatu batik yang akan diekspor, di Polehan, Malang, Jawa Timur, Senin (11/1)./Antara-Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA - KMK Global akan mengoperasikan pabrik sepatu baru di Salatiga pada Oktober dengan kapasitas awal 500.000 pasang sepatu per bulan.

Vice President PT KMK Global Erry Sunarli menjelaskan pabrik sepatu KMK Global di Salatiga akan dioperasikan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan tenaga kerja.

Pabrik tersebut direncanakan memproduksi 300.000—500.000 pasang sepatu per bulan dari kapasitas maksimal sebanyak 1 juta pasang sepatu per bulan. 

“Kami akan operasikan step by step. Kita tahu ada masalah kesiapan tenaga kerja, tetapi dulu di Tanggerang juga seperti itu,” kata Erry usai kunjungan Menteri Perindustrian Saleh Husin ke pabrik KMK Global di Tanggeran.

KMK Global menganggarkan dana investasi US$50—US$100 juta untuk membangun pabrik baru di Salatiga yang diperkirakan bisa menyerap 3.000—5.000 tenaga kerja.

Pengoperasian pabrik baru menambah kapasitas produksi maksimal perusahaan penanaman modal asing asal Korea Selatan—Taiwan tersebut menjadi 2,5 juta per bulan. KMK Global sebelumnya telah memproduksi sepatu untuk Converse, Nike, dan Eagle di beberapa pabrik di Tangerang.

Erry mengatakan pengoperasian pabrik di Salatiga tidak akan membuat KMK Global mengurangi aktivitas produksi di Tangerang. Pabrik di Salatiga akan berfungsi mengerjakan produksi tambahan yang tidak bisa dikerjakan seluruhnya oleh pabrik-pabrik di sekitar Tanggerang.

“Kami tidak ingin Tangerang hilang. Kami ingin industri di Tangerang tetap sustainable, Jawa Tengah adalah tempat growth-nya, bukan relokasi,” katanya.

Erry meminta pemerintah daerah mendukung kebijakan KMK Global dengan menjaga kestabilan tingkat upah. Kebijakan pengupahan yang terencana memberikan pengusaha di sektor industri padat karya kemampuan mengelola investasi dan rencana produksi dalam jangka menengah dan panjang.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper