Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tol Baru Efisienkan Kepadatan Lalu Lintas Jalan Non-Tol Hingga 40%

JAKARTA- - Pemerintah memperkirakan ruas-ruas tol baru, termasuk tol yang fungsional bisa mengurangi kepadatan lalu lintas hingga 40 persen.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 28 Juni 2016  |  01:11 WIB
Lalu lintas Tol Jakarta - Cikampek - Antara
Lalu lintas Tol Jakarta - Cikampek - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memperkirakan ruas-ruas tol baru, termasuk tol yang fungsional bisa mengurangi kepadatan lalu lintas hingga 40%.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan pembangunan tol di Indonesia berjalan lambat sedangkan jumlah kendaraan semakin meningkat sehingga pembangunan tol perlu terus dikejar.

“Jalan Tol-Trans Jawa sekarang sudah sekitar 30%-40% yang beroperasi, sisanya sudah underconstruction,” ucapnya seperti yang dikutip dari keterangan resminya Senin (28/6/2016)

Untuk persiapan mudik Lebaran 2016, Basuki mengatakan ruas tol yang belum selesai dapat digunakan secara fungsional.

"Dari Bawen-Salatiga fungsional untuk digunakan, jalan tol ruas tersebut belum selesai karena masih ada pekerjaan pembangunan Jembatan Tuntang," ujar Basuki.

Basuki menyampaikan bahwa dalam pembangunan jalan tol pembebasan lahan masih sulit, terutama di Ruas Ngawi-Kertosono karena ada lahan Perhutani.

“Dengan keterbatasan dana APBN, pembangunan jalan tol pun menggunakan dana talangan dari BUJT (Badan Usaha Jalan Tol),” ujarnya.

Untuk pembangunan jalan tol Trans Jawa sudah terbayar Rp 450 miliar untuk pembebaskan lahan yang nanti akan diganti setelah APBN-P keluar plus bunga (BI rate). Sementara itu, untuk di Lampung sudah Rp380 miliar dari dana talangan.

"Kami juga tengah mengerjakan jalur selatan, jika tidak, seberapa lama jalur utara (pantura) bertahan. Jalur selatan yang sedang dikerjakan antara lain ruas Cileunyi-Tasikmalaya-Yogyakarta,” katanya.

Terkait dengan mudik Lebaran 2016, Basuki menyebutkan ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Pertama, adalah sarana transportasi yaitu jalan. Kedua, adalah manajemen yaitu pengaturan jalan oleh Kementerian Perhubungan serta Polri dan ketiga adalah perilaku pengendara.

Selain membuka jalan tol secara fungsional, hal lain yang dilakukan pemerintah untuk kelancaran arus mudik adalah integrasi sistem pembayaran jalan tol. Saat ini yang akan dilakukan adalah penutupan pintu tol di Palimanan. Jika pintu tol tersebut dibuka, dikhawatirkan penumpukan terjadi di pintu tol Brebes Timur.

"Untuk mempercepat transaksi, sebentar lagi penguna tol diharuskan memiliki e-toll card. Dua tahun ke depan direncanakan tidak ada lagi transaksi di pintu tol karena pembayaran tol akan langsung dipotong dengan sensor e-toll,” ucapnya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tol
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top