Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LRT Jakarta Disepakati Pakai Rel Standar Internasional

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan akhirnya sepakat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait ketentuan penggunaan rel dalam proyek light rail transit (LRT).
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 24 Maret 2016  |  16:37 WIB
Light trail transit (LRT)  - wikipedia.org
Light trail transit (LRT) - wikipedia.org
Bisnis.com, JAKARTA- Menteri Perhubungan Ignasius Jonan akhirnya sepakat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait ketentuan penggunaan rel dalam proyek light rail transit (LRT).
 
Standar yang diajukan oleh Pemprov DKI yakni menggunakan rel standar internasional atau Standart Gauge dengan lebar rel 1.435 milimeter.
 
"Kita akan mengikuti Pemprov DKI, sudah sepakat," kata Jonan usai rapat koordinasi,di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta seusai rapat koordinasi, Kamis (24/3/2016).
 
Sebelumnya, pemerintah pusat ngotot untuk memilihbuntuk menggunakan rel berukuran 1.067 milimeter layaknya jalur kereta api yang sudah ada di Jawa dan Sumatera.
 
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan hal senada, bahwa Kemenhub dan Pemprov DKI sudah sepakat menggunakan standart gauge.
 
"Seluruh LRT Jakarta akan gunakan rel ukuran standar internasional. Kami akan bangun. Yang dalam wilayah Jakarta akan dibangun oleh DKI. Nanti yang dipinggirannya akan disambung oleh Kementerian Perhubungan," kata Ahok.
 
Alasan utama menggunakan standar gauge lantaran mayoritas kereta LRT dibangun menggunakan lebar rel 1.435 milimeter, yang diyakini akan mempermudah untuk pembelian rolling stock.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rel kereta api LRT
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top