Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Diminta Sinergikan Kebijakan Pengendalian Rokok

Pemerintah diminta menyinergikan kebijakan pengendalian konsumsi rokok yang semakin meningkat, terlebih rokok menjadi komoditas terbesar kedua penyumbang angka kemiskinan.
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 24 Februari 2016  |  00:40 WIB
Pemerintah Diminta Sinergikan Kebijakan Pengendalian Rokok
Penyebab utama kemiskinan. Ilustrasi. - Imt.ie

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah diminta menyinergikan kebijakan pengendalian konsumsi rokok yang semakin meningkat, terlebih rokok menjadi komoditas terbesar kedua penyumbang angka kemiskinan.

Abdillah Hasan, Wakil Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, mengatakan peta jalan mengenai rokok Kementerian Perindustrian tidak sinkron dengan Kementerian Kesehatan.

Dia menjelaskan sasaran Kemenperin hingga 2020 adalah pertumbuhan rokok terkendali secara regresi pada kisaran 5%-7,4% per tahun. Sementara itu, Kemenkes ingin mencapai penurunan prevalensi perokok sebesar 1% per tahun dan penurunan perokok pemula sebesar 1% hingga 2019.

Kemudian, penurunan prevalensi perokok mencapai 10% pada 2024 dibanding prevalensi perokok pada 2013 sebesar 36,3%.

"Kalau memang diputuskan negara bahwa rokok dikendalikan maka Kemenperin harus mendukung dengan jalan tidak mengeluarkan roadmap seperti itu, tapi bagaimana menghidupkan industri rokok kecil yang tidak mampu bersaing dengan industri rokok besar," jelasnya di Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan rokok sebagai penyumbang angka kemiskinan dengan presentase 8,08% di perkotaan dan 7,68% di perdesaan per September 2015.

Beras menjadi komoditas utama yang berpengaruh besar terhadap garis kemiskinan dengan capaian 22,10% di perkotaan dan 28,74% di perdesaan per September 2015.

Dia berharap pemerintah mengatur konsumsi rokok dengan melarang segala bentuk iklan produk rokok, menaikkan cukai dan harga rokok, serta membantu petani tembakau yang rugi.

"Semuanya bersama-sama untuk mengendalikan konsumsi rokok dan dampak dari pengendalian konsumsi rokok," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri rokok
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top