Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Pertekstilan Ingin Lirik Pasar Iran tapi Terkendala Ini

Industri tekstil dan produk tekstil mulai melirik pasar di Iran, tapi masih belum bisa berjalan akibat perjanjian perdagangan bebas yang belum selesai diakomodasi pemerintah.n
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 19 Februari 2016  |  20:44 WIB
Peta Iran -
Peta Iran -

Bisnis.com, JAKARTA - Industri tekstil dan produk tekstil mulai melirik pasar di Iran, tapi masih belum bisa berjalan akibat perjanjian perdagangan bebas yang belum selesai diakomodasi pemerintah.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat mengatakan bahwa industri tekstil mulai melirik pasar di Iran yang memiliki jumlah penduduk hampir sama dengan Indonesia.

"Pasarnya besar sekali. Penduduknya hampir 300 juta sama dengan kita. Pendapatan per kapita di Iran itu jauh lebih tinggi dari kita. Kalau kita cuma US$4.000, di sana US$12.000. Di sana kan empat musim, pakaiannya berlapis-lapis," katanya pada Bisnis, Kamis (18/2/2016).

Dia mengatakan bahwa perluasan pasar ke Iran masih harus menunggu kebijaka pemeritah terkait perjanjian perdagangan bebas. Ia mengklai bahwa permasalahan saat ini adalah perbankan.

"Iran maunya berhubungan langsung [dengan Indonesia], tidak mau via Dubai lagi. Maka kami ingin mendesak Bank Indonesia agar bisa bekerja sama dengan perbankan di Iran," ujarnya.

Jika ini terwujud, lanjutnya, otomatis akan meningkatkan kinerja industri dan serapan tenaga kerja secara signifikan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asosiasi pertekstilan indonesia
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top