Proyek Jakarta Sewerage System (JSS): Lelang Terbuka Bagi Swasta

Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Terpadu (IPALT) atau Jakarta Sewerage System (JSS) akan memasuki masa lelang yang diperkirakan pada akhir tahun ini.
Yulianisa Sulistyoningrum | 11 Februari 2016 22:00 WIB
Air limbah - ampl.or.id

Bisnis.com, JAKARTA—Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Terpadu (IPALT) atau Jakarta Sewerage System (JSS) akan memasuki masa lelang yang diperkirakan pada akhir tahun ini.

Direktur Utama PD Pengelolaan Air Limbah (PAL) Jaya, Juniver Pandjaitan mengatakan saat ini enam zona yang akan dibangun sedang dalam tahap penyelesaian detail engineering desain (DED) yang akan selesai pertengahan tahun ini.

“Bulan Juli DED Selesai, lalu perizinan trase, kemudian AMDAL [analisis mengenai dampak lingkungan] diselesaikan, Akhir tahun ini sudah bisa ditenderkan,” kata Juniver kepada Bisnis.com, Kamis (11/2/20016).

Pihaknya menyebutkan, tidak menutup kemungkinan untuk menggandeng investor swasta dengan skema proyek kerjasama pemerintah swasta (KPS) maupun business to business (B to B).

Dirinya mengungkapkan bahwa saat ini ada tiga investor lokal serta investor asing yang berminat membangun keenam zona tersebut. “Nanti kita lihat siapa yang paling memungkinkan dan cepat penawarannya. Jadi siapa cepat dia dapat. Karena ini proyek prioritas jadi harus segera dimulai pembangunannya,” ujar dia.

Proyek JSS akan menangani pengolahan limbah domestik di 15 zona, dengan rencana pembangunan awal enam zona.

Pembangunan enam zona JSS ini, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan estimasi kebutuhan dana sebesar Rp70 triliun melalui APBN, dimana Rp15 triliun merupakan dana hibah dari Japan International Corporation Agency (JICA).

“Dua dari enam zona itu akan dikerjakan kita [PD PAL Jaya] sendiri oleh Pemprov DKI, sedangkan sisanya oleh Kementerian PUPR,” ungkapnya.

Nantinya, pembangunan JSS akan melayani seluruh Jakarta yang  terbagi enam zona berdasarkan kondisi geografis. Zona 1 dan 6 menjadi prioritas untuk melayani wilayah utara dan barat.

Luas Jakarta Sewerage yang akan dibangun dalam zona 1 mencapai 5.000 hektare dengan panjang pipa pengolahan air limbah 758 ribu meter, dengan biaya total diperkirakan mencapai Rp8 triliun.

Dengan dibangunnya zona 1, maka akan ada 1,2 juta kepala keluarga yang akan terlayani pengolahan air limbah rumah tangga.

Tag : pengolahan limbah
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top