Ini Tips Inseminasi Sapi Gunakan Semen Beku

Institut Pertanian Bogor mendorong pemerintah segera membuat juklak dan juknis terkait program inseminasi buatan produksi sapi nasional yang tengah digalakkan pada tahun ini, menyusul Kementerian Pertanian menargetkan produksi sapi hasil inseminasi tersebut mencapai 3 juta ekor.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 28 Januari 2016  |  20:50 WIB
Bisnis.com, BOGOR- Institut Pertanian Bogor mendorong pemerintah segera membuat juklak dan juknis terkait program inseminasi buatan produksi sapi nasional yang tengah digalakkan pada tahun ini, menyusul Kementerian Pertanian menargetkan produksi sapi hasil inseminasi tersebut mencapai 3 juta ekor.
 
Guru Besar Fakultas Kedokteran Institut Pertanian Bogor (IPB) Iis Arifiantini mengatakan inseminasi buatan pada produksi sapi secara masif harus sesuai standar yang telah ditetapkan agar produksi yang dihasilkan tak kalah berkualitas dengan sapi-sapi impor.
 
Menurutnya, inseminasi buatan pada ternak betina dapat menggunakan semen segar, cair atau pun semen beku. Fakultas Kedokteran IPB, kata dia saat ini tengah fokus pada penelitian inseminasi buatan untuk semen beku.
 
"Nah, karena saya ahli di biologi dan fokus saya ke semen beku, maka mutu semen beku yang tercantum sesuai SNI adalah motilitas spermatozoa lebih dari 40% dengan gerakan individu minimal 2," paparnya kepada Bisnis seusai pemaparan hasil penelitiannya di IPB, Kamis (28/1/2015).
 
Iis mengungkapkan hasil penelitiannya menyatakan 50% inseminasi buatan telah berhasil melahirkan sapi-sapi yang siap konsumsi maupun diproduksi kembali. Oleh karena itu, lanjutnya, jika ingin inseminasi buatan pada sapi dengan menggunakan semen beku, semua pihak mulai dari pemerintah pusat, daerah hingga peternak harus mengerti soal juklak dan juknis inseminasi.
 
Menurutnya, banyaknya kegagalan inseminasi buatan pada ternak betina disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kualitas semen atau air mani sapi jantan yang buruk, peternak yang kurang rutin mengecek birahi hingga kondisi kesuburan sapi betina itu sendiri.
 
"Namun saya hanya ingin kawal bagaimana semen beku ini bisa berkualitas untuk nantinya membuahi sel telur di sapi betina," paparnya.
 
Dia menambahkan, saat ini terdapat 15 balai inseminasi buatan nasional dan 13 di antaranya tersebar di berbagai daerah yang dikhususkan untuk menghasilkan semen beku. Adapun, sapi yang bisa diinseminasikan antara lain jenis simental limousin, sapi Bali, Madura, Aceh, Pasundan dan jenis sapi lainnya.
 
Iis optimistis pengembangan semen teknik produksi semen beku sapi di Indonesia bakal berhasil, lantaran telah didukung oleh Kementerian Pertanian yang sudah memiliki lembaga sertifikasi benih dan produk.
 
"Jadi nanti mutu semen beku itu bakal diaduit apakah kualitasnya bagus atau tidak untuk membuahi sel telur pada sapi betina," ujarnya.
 
Dia menambahkan untuk menghasilkan semen beku, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, mulai dari mengambil semen dari sapi jantan yang kemudian disimpan pada kontainer nitrogen cair bersuhu -190 derajar yang dapat digunakan pada waktu tak terbatas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peternakan sapi, inseminasi buatan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top