Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pabrik Sagu Perhutani di Papua Diklaim Berkandungan Lokal 80%

Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Desember 2015  |  10:21 WIB
Pabrik Sagu Perhutani di Papua Diklaim Berkandungan Lokal 80%
Sagu, sumber pangan dan energi. - Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, KAIS, Papua - Pabrik pengolah sagu milik Perum Perhutani di Kais, Papua, menggunakan rangkaian mesin lokal sebanyak 80% dari keseluruhan total komponen bagiannya.

"Mulai dari mesin penyaring, pengangkut, hingga pengolah sagu menjadi serbuk adalah hasil karya anak bangsa Indonesia, belum ada di negara lain," kata pemilik PT Asindo Tech Fidrianto, kontraktor mesin pabrik, ketika mempersiapkan pembukaan operasi Pabrik Sagu Perhutani di Kais, Papua, Kamis (31/12/2015).

Dia menjelaskan khusus mesin penggerusnya, justru akan sulit bahkan cenderung tidak ada jika memesan secara impor, maka hal tersebut haruslah ditangani Indonesia sendiri.

"Kemungkinan rangkaian penggerus sagu ini adalah yang pertama di dunia, kami akan segera mematenkannya atas hak cipta bangsa," katanya.

Untuk komponen dan suku cadangnya didatangkan khusus dari Belanda, namun ia menegaskan bahwa mesin rangkaian lokal tersebut mampu bertahan lebih dari 10 tahun, tentu saja lebih menghemat anggaran.

Sementara itu, Kepala Lembaga Masyarakat Desa Hutan, Efradus Bandi mengatakan Pabrik Sagu mampu menyerapa tenaga kerja lokal sebanyak 500 orang warga lokal.

"Warga sekitar banyak yang sudah mulai bekerja, sejak mulai pembangunan pabrik 2013, dengan ini perekonomian kami terbantu," kata Kepala Lembaga Masyarakat Desa Hutan, Efradus Bandi.

Dia menjelaskan masyarakat lokal mengapresiasi dengan adanya pabrik ini, nantinya mereka akan dipekerjakan sebagai pekerja pabrik, suplier sagu dan berbagai posisi lainnya sesuai kemampuan.

Sebelum adanya pabrik, kegiatan warga hanya berburu dan berdagang dengan keuntungan biasa, serta Kais hanya menjadi daerah sepi kegiatan.

Namun, dengan adanya kegiatan pabrik tersebut, masyarakat mulai ramai melewati sungai dengan long boat dan perahu, diperjalanan tersebut mereka juga bisa berdagang dengan hasil laut ataupun berburu.

Ada lima kampung yang terdapat di Distrik Kais, namun ada dua yang terlibat banyak, yaitu Kais dan Tapuri.

Selain itu, infrastruktur daerah pabrik mulai dibangun menjadi lebih baik, sebelumnya untuk menuju Kais dari Sorong harus melalui jalan air selama enam jam, namun sekarang terdapat jalan darat yang mampu ditempuh sekitar tiga jam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sagu

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top