Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian LHK Cabut Izin 9 Perusahaan Pembakar Hutan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ternyata telah menjatuhkan sanksi administratif kepada sembilan perusahaan pembakar hutan dan lahan tanpa mengumumkan kepada publik secara terbuka.nn
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 22 Desember 2015  |  01:45 WIB
Kepulan asap akibat pembakaran lahan di kaki Gunung Nilo terlihat dari Desa Sungai Tebal, Lembah Masurai, Merangin, Jambi, Selasa (20/10). - Antara
Kepulan asap akibat pembakaran lahan di kaki Gunung Nilo terlihat dari Desa Sungai Tebal, Lembah Masurai, Merangin, Jambi, Selasa (20/10). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ternyata telah menjatuhkan sanksi administratif kepada sembilan perusahaan pembakar hutan dan lahan tanpa mengumumkan kepada publik secara terbuka.

“Sudah 23 yang kena sanksi. Kita akan mengerjakan lagi sampai 56. Sanksi administrasinya sedang disiapkan,” ujarnya di sela-sela acara Pencanangan Gerakan Nasional Revolusi Mental KLHK di Jakarta, hari ini, Senin (21/12/2015).

Dengan total 23 entitas yang kena sanksi, berarti ada tambahan sembilan perusahaan yang terhukum sejak sanksi jilid kedua diumumkan pada 19 Oktober 2015.

Ketika itu, Siti Nurbaya mengumumkan sendiri 10 perusahaan terhukum karena lalai menjaga lahan konsesi dari kebakaran. Sanksi administratif berupa paksaan pemerintah, pembekuan izin, dan pencabutan izin.

Adapun, sanksi jilid pertama dijatuhkan pada 22 September 2015. Saat itu, empat perusahaan kena sanksi, rinciannya tiga perusahaan dibekukan dan satu entitas dicabut izinnya.

Dalam dua tahap tersebut, KLHK mengumumkan nama-nama perusahaan lewat konferensi pers. Namun, pengumuman terbuka tidak dilakukan pada sanksi jilid ketiga, melainkan disampaikan langsung kepada sembilan korporasi terhukum.

Siti Nurbaya membantah ada upaya untuk menutupi nama-nama perusahaan yang kena sanksi. Namun, dia menjamin pemerintah siap membeberkan nama-nama perusahaan jika diminta secara resmi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran hutan bencana asap kementerian lingkungan hidup dan kehutanan siti nurbaya
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top