Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasokan Bijih Untuk Smelter Minimal 40 Tahun

Untuk mendukung pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral, kecukupan bijih minimal harus mencapai 40 tahun
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 07 Desember 2015  |  06:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Untuk mendukung pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter), kecukupan pasokan bijih minimal harus mencapai 40 tahun.

 

Kepala Subdirektorat Pengawasan Pengoperasian, Produksi, dan Operasi Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Syamsu Daliend mengatakan kecukupan pasokan tersebut akan menjadi jaminan bagi para investor agar mau membangun smelter di Indonesia.

 

"Harusnya cadangan bijih untuk 40 tahun karena titik impas investasi smelter kan lama. Bisa sampai tujuh tahun setelah beroperasi," katanya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

 

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah haru terlebih dahulu memiliki data mengenai cadangan yang akurat. Menurutnya, untuk para pemegang Kontrak Karya (KK) data yang dibutuhkan sudah cukup lengkap.

 

Dia mengungkapkan berbeda dengan cadangan mineral di luar negeri, sebagian besar cadangan mineral yang terpantau di dalam negeri sebagian besar belum distandarkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smelter mineral cadangan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top