Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Paramount Land Lirik Bisnis Hotel di Manado

PT Paramount Land mulai melirik Manado untuk melanjutkan langkah ekspansinya di sektor perhotelan, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 30 November 2015  |  20:29 WIB
Paramount Land - Ilustrasi
Paramount Land - Ilustrasi

Bisnis.com, MANADO -- PT Paramount Land mulai melirik Manado untuk melanjutkan langkah ekspansinya di sektor perhotelan, khususnya di kawasan timur Indonesia. 

Rencana tersebut menyusul adanya proyek residensial yang dinamakan Paramount Hills di Manado. Proyek tersebut rencananya dibangun di atas tanah seluas 20,8 hektar dengan jumlah 746 unit di kawasan Malalayang.

“Belum ada perkiraan nilai investasinya karena rencananya masih akan dibuat pada tahun depan. Yang pasti, Paramount Land akan membangun empat hotel pada tahun depan,” ucap Ervan Adi Nugroho, Presiden Direktur Paramount Land, kepada Bisnis, Senin (30/11).

Menurutnya, Manado merupakan lokasi yang tepat untuk melakukan investasi di sektor properti dan perhotelan. Pasalnya, selain proyek infrastruktur mulai gencar dibangun di kota ini, Manado juga didapuk menjadi ikon wisata Provinsi Sulawesi Utara.

“Nantinya, kami berencana untuk membangun hotel di dekat proyek residensial yang sedang dibangun saat ini. Jadi, proyek residensial ini juga akan meluas ke komersial,” ujarnya.

Adapun, dua hotel yang akan dimiliki dan dikelola oleh perseroan berlokasi di Bali dan Tangerang, sedangkan dua hotel lainnya di Yogyakarta dan Batam, Paramount Land akan bertindak sebagai operatornya.

Sebagaimana diketahui, anak usaha Paramount, PT Parador Hotels & Resorts saat ini merupakan pengelola jaringan hotel. Hingga saat ini, Paramount Land memiliki enam hotel di bawah merk Ara, Fame, dan Atrian. Keenam hotel itu berada di Tangerang, Magelang, dan Malang.

Sebelumnya, dirinya sempat memperkirakan porsi pendapatan berulang atau recurring income bisa naik 5% pada 2016. Kenaikan tersebut disumbang dari operasional pusat perbelanjaan dan perhotelan.

“Porsi pendapatan berulang baru 15%. Tahun depan, berpotensi naik menjadi 20% karena ada penambahan hotel dan pusat perbelanjaan,” tambahnya.

Tak hanya itu, Paramount Land juga menargetkan omzet senilai Rp3 triliun hingga akhir tahun ini menyusul dengan diluncurkannya penjualan melalui jalur distribusi pemasaran yang dinamakan supermarket properti (Super Pro).

Sampai akhir tahun Paramount menargetkan pendapatan pra penjualan hingga Rp3 triliun. Adapun per kuartal III 2015 realisasi target telah mencapai 60%. Untuk menggenjot penjualan, Paramount akan menambah jalur distribusi pemasaran bernama Supermarket Properti atau SuperPro sebanyak 70 outlet.

 

 

 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paramount
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top