Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

28 Daerah Tetapkan UMP, Mayoritas Provinsi Tak Sesuai PP Pengupahan

Sebanyak 28 gubernur telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) untuk 2016. Dari jumlah tersebut, 13 di antaranya sesuai dengan PP No. 75/2015 tentang Pengupahan.nn
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 22 November 2015  |  14:30 WIB
Ribuan buruh unjuk rasa mengenai mekanisme pengupahan. - Reuters
Ribuan buruh unjuk rasa mengenai mekanisme pengupahan. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Sebanyak 28 gubernur telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) untuk 2016. Dari jumlah tersebut, 13 di antaranya sesuai dengan PP No. 75/2015 tentang Pengupahan.

Dari data Kementerian Ketenagakerjaan, 15 gubernur menetapkan upah minimum tidak sesuai dengan formula yang ada pada PP tersebut, yakni mengacu pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Yang tidak taat itu tidak semuanya rendah, ada juga yang tinggi melampaui batas persentase yang ditetapkantan pemerintah," kata Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang, Minggu (22/11/2015).

Sementara itu, dari 15 provinsi yang tidak sesuai formula itu, tercatat 7 provinsi yang kenaikan UMP 2016 di atas 11,5%, dan sisanya yakni 8 provinsi di bawah 11,5%.

Angka 11,5% adalah persentase acuan yang harus dijadikan patokan oleh gubernur dalam menetapkan upah. Artinya, jika mengacu pada PP, maka kenaikan upah di seluruh daerah sebesar 11,5%.

Angka 11,5% diperoleh dari penghitungan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik terkait angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang disesuaikan dengan kondisi pada tahun depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ump provinsi
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top