Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Depresiasi Rupiah, Pelindo III Yakin Kunjungan Kapal Pesiar Meningkat

Kendati kunjungan kapal pesiar di Pelabuhan Tanjung Perak mengalami penurunan, Pelabuhan Indonesia III optimistis menjaring lebih banyak wisatawan berkunjung ke Jawa Timur hingga akhir tahun.n
Kapal pesiar Princess Cruises./Bisnis.com
Kapal pesiar Princess Cruises./Bisnis.com
Bisnis.com, SURABAYA - Kendati kunjungan kapal pesiar di Pelabuhan Tanjung Perak mengalami penurunan, Pelabuhan Indonesia III optimistis menjaring lebih banyak wisatawan berkunjung ke Jawa Timur hingga akhir tahun.

Pelindo III mencatat, kunjungan kapal pesiar atau cruise ke Tanjung Perak per Agustus mencapai 75 unit kapal. Jumlah tersebut mengalami penurunan 11,76% dari kunjungan kapal di periode yang sama tahun lalu yaitu 85 unit.

Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto mengatakan Jawa Timur masih berpotensi menjaring wisatawan, khususnya asing yang berlayar menggunakan kapal pesiar yang berlabuh di Tanjung Perak.

Pasalnya, meski kunjungan kapal menurun, berat muatan kapal dan arus penumpang mengalami peningkatan yang moderat.

"Jumlah unit kapal turun tetapi berat muatan dan arus penumpang meningkat. Jadi, unit kapal yang berlabuh memiliki ukuran yang lebih besar," katanya, Minggu (6/9/2015).

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis.com, beban muatan 75 kapal per Agustus tercatat 3,69 juta gross tonnage (GT), naik 10,45% dari beban muatan periode yang sama tahun lalu senilai 3,34 juta GT.

Sementara itu, dari sisi arus penumpang, jumlah kunjungan periode Januari-Agustus 2015 tercatat 67.015 penumpang, atau melonjak 19,09% dari periode Januari-Agustus 2015 sejumlah 56.272 penumpang.

"Secara keseluruhan, jumlah penumpang mengalami kelonjakan meski jumlah kapal menurun. Itu bagus kalau jumlah penumpang dipertahankan atau naik hingga penghujung tahun," ujarnya.

Edi menilai, perlambatan ekonomi global tidak berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Jawa Timur. Perseroan optimistis kunjungan wistawan ke Jawa Timur melalui pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya akan meningkat hingga tembus 90.000 penumpang dengan beban 5,0 juta Gross Tonnage.

Target itu melampaui pencapaian tahun lalu yang menorehkan 84.827 penumpang dengan beban 4,82 juta GT.

Di Jawa Timur, sektor pariwisata diprediksi mampu bertahan dengan baik di tengah depresiasi rupiah yang melanda. Potensi pariwisata Jawa Timur sedang terbuka lebar, khususnya pariwisata yang pangsa pasarnya kelas internasional.

Pengamat Pengembangan Ekonomi Daerah sekaligus Deputi Direktur Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur Taufik Saleh mengatakan kelompok industri pariwisata memiliki segmen pasar luar negeri yang kuat.

Oleh karena itu, mereka mampu bertahan di tengah gonjang-ganjing melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Adapun, tempat wisata si Jawa Timur yang sedang dipacu promosinya yaitu Bromo, Kawah Ijen dan Karapan Sapi. "Sektor pariwisata itu anomali, tidak mengikuti kondisi yang terjadi di global," ujarnya.

Malah, ujarnya, saat ini semakin banyak turis yang berkunjung karena rupiah sedang anjlok. Selama pangsa pasarnya mancanegara, lanjut dia, industri tersebut mampu bernafas panjang.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper