Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Potensi Dana REIT Diperkirakan Capai US$5 Miliar

Industri properti nasional dinilai bisa menarik dana asing hingga US$5 miliar dalam bentuk dana investasi real estate (DIRE) atau real estate investment trust (REIT) per tahun.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 05 September 2015  |  01:10 WIB
Ilustrasi proyek properti - Bisnis.com
Ilustrasi proyek properti - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Industri properti nasional dinilai bisa menarik dana asing hingga US$5 miliar dalam bentuk dana investasi real estate (DIRE) atau real estate investment trust (REIT) per tahun.

Candra Ciputra, Presdir Ciputra Group, mengatakan DIRE belum menjadi instrumen investasi yang populer di Indonesia meskipun sebenarnya potensinya cukup menggiurkan.

Oleh karena itu, regulasi yang mengatur DIRE harus atraktif menarik investor. Secara umum, Candra menilai regulasi yang juga harus membuat iklim investasi Indonesia lebih kompetitif dibandingkan dengan negara lain.

"(REIT) Itu bisa narik uang masuk ke Indonesia, potensinya kami itu hitung paling sedikit US$5 miliar," ujarnya di Jakarta belum lama ini.

Sebagaimana diketahui, dana REIT dikelola oleh perusahaan aset manajamen untuk membiayai proyek properti komersial atau properti yang mendatangkan pendapatan berulang (recurring income). Investor akan meraup pendapatan dari hasil sewa portofolio properti yang menjadi aset dasar atau underlying.

Di Indonesia, DIRE diatur dalam peraturan Bapepam-LK No. IX.M.1 dan No.IX.M.2 Tahun 2007 dan dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam ketentuan tersebut, imbal hasil yang diperoleh investor bisa mencapai 90% dari laba bersih aset dasar.

Namun, dalam beleid itu hanya properti di Indonesia yang boleh menjadi aset dasar. Selain itu, aset dasar tidak boleh berupa tanah kosong atau properti yang masih dalam tahap pembangunan.

Dalam catatan Bisnis.com, hanya PT Ciptadana Asset Management yang telah menerbitkan DIRE dengan nama Ciptadana Properti Ritel Indonesia. Produk tersebut diluncurkan pada November 2012 dan per Juni 2015 aset yang dikelola mencapai Rp529,33 miliar. Tingkat imbal hasil sejak pertama kali diterbitkan mencapai 50,34%.

PT Lippo Karawaci Tbk juga memiliki lini bisnis manajemen aset dengan menerbitkan DIRE di bursa Singapura. DIRE yang diterbitkan pengembang dengan kode emiten LPKR itu yakni First Reit dan Lippo Malls Indonesia Retail Trust. First Reit diterbitkan sejak 2006 sedangkan LMIR Trust sejak 2007.

Dikutip dari website perseroan, aset yang dikelola First Reit mencapai SG$1,17 miliar per Juni 2015 sedangkan aset kelolaan LMIR Trust mencapai SG$1,84 miliar per Desember 2014.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ciputra properti first reit
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top