Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KAPAL TANKER: Pemerintah Diimbau Longgarkan Asas Cabotage

Ketua National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menilai pemerintah harus mulai melonggarkan asas cabotage yang sudah berjalan selama sepuluh tahunn
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 21 Agustus 2015  |  12:03 WIB
 Kapal tanker -
Kapal tanker -

Bisnis.com, Jakarta- Ketua National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menilai pemerintah harus mulai melonggarkan asas cabotage yang sudah berjalan selama sepuluh tahun.

Dia mencontohkan pada pelayaran di bidang perminyakan, misalnya, pemaksaan asas cabotage justru akan menimbulkan kerugian.

Menurutnya, asas cabotage hanya berkembang di industri kapal niaga nasional pada sektor tertentu. Dia mengatakan pengangkutan bahan mentah seperti bijih besi, semen, pasir, timah, dan lain-lain belum sanggup dipenuhi oleh kapal dalam negeri.

Kapal jenis Handy Max yang berukuran besar masih mengandalkan kapal berbendera asing sehingga menyebabkan biaya tinggi sebab harus double handling.

Kapal-kapal luar negeri tidak bisa pelabuhan langsung ke Indoneisa, harusport to port dari luar negeri ke dalam negeri terus keluar lagi, kalau tidak diizinkan kan biayanya double. Bisa saja sebenarnya kapal itu pulau ke pulau langsung ke luar negeri, ucapnya.

Menurutnya, asas cabotage hanya menguntungkan bagi segelintir pengusaha kapal nasional karena sulitnya akses permodalan dan besarnya biaya perawatan kapal. Sektor yang cukup berhasil, menurutnya, kapal tug and barge yang mengangkut batu bara. Tetapi kapal general cargo masih dikuasai asing.

Sekarang kapal itu hanya boleh mengangkut ekspor-impor, kapal dalam negeri tidak cukup memadai. Alhasil, keterlambatan pengiriman barang dan kepasitas tidak cukup, itu yang dihadapi pembeli di luar negeri, ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asas cabotage
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top