Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Program Bus Rapid Transit Tuntut Inovasi Pemda

Program Bus Rapid Transit (BRT) yang telah dijalankan oleh pemerintah masih konvesional, artinya masih berkutat pada proyek fisik seperti pemberian bus baru, pembangunan halte, dan penyediaan tiket elektronik.
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 04 Agustus 2015  |  05:33 WIB
Program Bus Rapid Transit Tuntut Inovasi Pemda
Ilustrasi
Bisnis.com, Jakarta--Wakil Ketua Bidang Riset dan Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai program Bus Rapid Transit (BRT) yang telah dijalankan oleh pemerintah masih konvesional, artinya masih berkutat pada proyek fisik seperti pemberian bus baru, pembangunan halte, dan penyediaan tiket elektronik.
 
Menurutnya, pemerintah bisa membeli jasa layanan angkutan dari operator angkutan bus dengan sumber dana melalui penjualan tiket dan subsidi pemerintah atau public service obligation (PSO).
 
Seluruh biaya operasional dan perawatan sistem BRT sepenuhnya bergantung pada pendapatan dan tiket penumpang. Model bisnis konvesional ini terbukti telah membuat bangkrut bisnis angkutan umum di beberapa daerah, terangnya, Senin (3/8/2015).
 
Dia mengatakan Kemenhub perlu menyediakan landasan hukum yang memadai tentang PSO untuk angkutan umum perkotaan dan dukungan finansialnya untuk menjamin keberlanjutan sistem BRT.
 
Perlu melatih pola bisnis bagi Pemda dan Organda di daerah dengan mengikutsertakan pemilik PO yang sudah profesional garap usahanya hingga masih bertahan sampai sekarang, katanya.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

brt Bus Rapid Transit
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top