Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Optismistis Pariwisata Indonesia Ranking 30 Dunia pada 2019

Kementerian Pariwisata menargetkan bisa menaikkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global dan menduduki ranking 30 dunia pada 2019.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 09 Juni 2015  |  06:08 WIB
Wisatawan memotret arsitektur Benteng Badia di Baubau, Sulawesi Tenggara. - Antara/Ekho Ardiyanto
Wisatawan memotret arsitektur Benteng Badia di Baubau, Sulawesi Tenggara. - Antara/Ekho Ardiyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata menargetkan bisa menaikkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global dan menduduki ranking 30 dunia pada 2019.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan optimisme untuk meraih peringkat lebih tinggi itu lantaran melihat perbaikan dalam sejumlah indikator penilaian. Antara lain, masalah harga dan prioritas kebijakan bidang pariwisata.

“Indikator yang selama ini menjadi kelemahan kita juga sudah mulai membaik, seperti infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT [information and communication technology], serta masalah kesehatan dan higenitas lingkungan,” kata Arief di Jakarta, Senin (8/6/2015).

Berdasarkan laporan World Economic Forum (Travel and Tourism Competitiveness Report) yang dilansir pada Mei 2015 lalu, posisi pariwisata Indonesia kini berada di ranking 11 secara regional dan ranking 50 besar dunia, dari semula ranking 70.

Kenaikan itu didorong naiknya sejumlah indeks seperti daya saing harga dari ranking 9 menjadi posisi 3. Begitu pula indeks infrastruktur seperti air transport infrastructure berada di ranking 39 dari sebelumnya posisi 54. Sedangkan indeks cultural resources and business travel meningkat dari posisi38 menjadi 25.

Meski rangkingnya meningkat, posisi Indonesia masih kalah di bandingkan dengan negara tetangga Singapura, Malaysia dan Thailand yang masing-masing berada di rangking 11,25, dan 35 dunia.

Agar mampu mencapai target ranking 30 besar dunia, menurut Arief, kelemahan pariwisata harus segera diperbaiki, seperti infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT, health and hygiene, dan aksesibilitas yang meliputi masalah konektivitas, kapasitas kursi dan penerbangan langsung.

Selain itu, kekuatan pariwisata yakni kekayaan budaya juga harus ditingkatkan lewat penyelenggaraan event yang menonjolkan kekayaan budaya. Event pariwisata yang menonjolkan budaya di antaranya Festival Danau Toba, Festival Danau Batur, Festival Sriwijaya dan yang akan digelar dalam waktu dekat, yakni Festival Sriwijaya.

“Penyelenggaraan event budaya di tanah air seperti Festival Danau Sentani harus dikembangkan untuk memperkuat daya saing pariwisata di tingkat global,” tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata menteri pariwisata
Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top