Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang MEA, Baru Sertifikasi Profesi Pariwisata Yang Diakui

Badan Nasional Sertifikasi Profesi menyatakan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean ada 12 sektor prioritas perdagangan barang dan jasa.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 08 Juni 2015  |  11:50 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Nasional Sertifikasi Profesi menyatakan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean ada 12 sektor prioritas perdagangan barang dan jasa.

Ketua BNSP Sumarna F. Abdurahman mengatakan dari keduabelas sektor prioritas, Indonesia baru punya satu infrastruktur kompetensi sertifikasi profesi yang diakui yakni sektor Pariwisata. Sedangkan bidang lain yang potensinya besar seperti produk kayu, pertanian, otomotif belum dibangun.  

"Dari 12 sektor prioritas itu baru satu yang juga saya laporkan [kepada presiden] yang infrastruktur kompetensi sertifikasinya sudah diakui di Asean yaitu pariwisata," katanya seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Senin (8/6/2015).

Sektor prioritas meliputi delapan sektor perdagangan barang dan empat sektor dalam bidang jasa.  Sektor perdagangan barang mencakupi bidang pertanian, perikanan, industri karet, industri kayu, industri tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, serta teknologi informasi dan komunikasi.  Sedangkan empat sektor perdagangan jasa mencakup bidang kesehatan, pariwisata, perhubungan udara, dan logistik.

Sumarna menambahkan jika sertifikasi profesi sektor prioritas lainnya tidak dibangun, ada dua kemungkinan. Pertama tingkat produktivitasnya rendah maka akan berdampak produk yang dihasilkan tidak kompetitif. Begitu nanti pasar di Asean dibuka tidak bisa masuk ke pasar negara lain karena kualitas tenaga kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sertifikasi bnsp
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top