Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri Gobel Curiga Motif Peredaran Beras Plastik Bukan Soal Ekonomi

Kementerian Perdagangan menyiapkan regulasi baru untuk melindungi konsumen di dalam negeri dengan memberikan kepastian siapa saja yang menjadi pemasok, produsen, dan lokasi pabrik dari barang yang dijual di pasar.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 25 Mei 2015  |  20:26 WIB
Menteri Gobel Curiga Motif Peredaran Beras Plastik Bukan Soal Ekonomi
Mendag Rachmat Gobel (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Roy A. Sparringa (kanan) - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan menyiapkan regulasi baru untuk melindungi konsumen di dalam negeri dengan memberikan kepastian siapa saja yang menjadi pemasok, produsen, dan lokasi pabrik dari barang yang dijual di pasar.

Rachmat Gobel, Menteri Perdagangan, mengatakan dirinya akan mengeluarkan beleid yang mengatur mengenai informasi pemasok, produsen, lokasi pabrik, hingga pemegang merek dari produk yang beredar di pasar dalam negeri.

“Kami juga minta kepada para auditor di dalam negeri untuk segera melaksanakan aturan itu. Para pemilik gudang harus mulai melaporkan produknya,” katanya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/5).

Gobel menuturkan harga plastik yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga beras memunculkan kecurigaan aksi tersebut tidak dilakukan atas dasar motif ekonomi. Untuk itu, pemerintah akan terus melakukan penyelidikan terhadap peredaran beras sintetis.

Kementerian Perdagangan sendiri, lanjut Gobel, akan melakukan evaluasi terhadap peredaran beras di dalam negeri. Pasalnya, saat ini banyak produk beras dari berbagai daerah yang beredar di pasar dalam negeri.

“Selama ini kan tidak pernah ada evaluasi. Kami juga memandang perlunya dilakukan pendaftaran terhadap merek beras yang beredar di pasar,” ujarnya.

Sebelumnya, Polsek Bantargebang mengamankan seorang pemilik kios beras bersama empat orang karyawannya, karena memiliki dan menjual beras sintetis. Hal tersebut terbongkar setelah Polsek Bantargebang melakukan inspeksi mendadak kepada kios yang diduga menjual beras sintetis di Bekasi.

Berdasarkan pengakuannya, pemilik kios mendapatkan beras sintetis tersebut dari salah satu distributor beras asal Karawang, Jawa Barat.

Inspeksi mendadak tersebut dilakukan setelah pengakuan seorang warga Bekasi yang memperoleh beras palsu. Beras tersebut dicampur ke dalam beras asli yang dibelinya.

Beras yang diduga terbuat dari bahan sintetis itu tidak hancur saat direbus dengan air. Selain itu, beras sintetis hanya memiliki warna bening, sedangkan beras asli memiliki warna bening dengan putih susu di dalamnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag beras sintetis Beras Plastik
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top