Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenhub Perlu Kajian Perbaiki Pelayaran Rakyat

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby R. Mamahit mengatakan Indonesia masih memerlukan eksistensi pelra dalam menunjang kegiatan logistik.
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 19 Mei 2015  |  02:30 WIB
Pelayaran Rakyat di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta.  - Bisnis.com
Pelayaran Rakyat di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby R. Mamahit mengatakan Indonesia masih memerlukan eksistensi pelra dalam menunjang kegiatan logistik.

Untuk itu, dia masih mempertimbangkan kajian terkait kapal pelra yang masih tradisional dan terbuat dari kayu disamping akan membangun beberapa dermaga rakyat. Sementara itu, penggunaan bahan seperti besi untuk pelra akan mengubah aturan yang melingkupi pelra.

"Sedang kami bahas [pelra] dan akan tetap rakyat, tapi tidak kapal modern. Kalau modern, aturannya juga modern, kalau bahan besi juga modern," katanya seusai menghadiri Seminar Nasional Kemaritiman di Gedung Kemenhub, Jakarta, Senin (18/5/2015).

Ketua DPP Pelra Sudirman Abdullah menuturkan bahwa pembuatan kapal baru terkendala pada bahan baku utama yakni kayu. Untuk menyiasati hal itu, dia berpendapat kapal pelra dapat menggunakan besi pada bagian bawahnya dan kayu pada bagian atasnya.

Dia berharap agar pemerintah memberikan bantuan untuk pengadaan kayu dengan menyediakan hutan khusus yang kayunya diperuntukkan bagi pembuatan kapal pelra.

"Kita sih mau besi, tapi mereka kan butuh kajian, untuk sementara masih tetap berjalan yang ada ini. Sudah lama kita usulin besi dibawah, kayu diatas. Tapi perlu kajian dan aturan," ucapnya. []


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenhub pelayaran rakyat
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top