Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ICEPO, Gabungan Perusahaan Perkebunan (GPPI) Kembali Gelar Konferensi

Gabungan Perusaan Perkebunan Indonesia (GPPI) kembali menggelat International Conference and Exhibition on Palm Oil (ICEPO) tahun ini, bertempat di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan selama Rabu-Jumat (6-8/5).
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 06 Mei 2015  |  21:20 WIB
ICEPO, Gabungan Perusahaan Perkebunan (GPPI) Kembali Gelar Konferensi
Industri kelapa sawit Indonesia harus fokus memperbaiki kualitas, terutama dalam praktik-praktik penanaman hingga produksi. - icepo.net
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Gabungan Perusaan Perkebunan Indonesia (GPPI) kembali menggelat International Conference and Exhibition on Palm Oil (ICEPO) tahun ini, bertempat di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan selama Rabu-Jumat (6-8/5/2015).

ICEPO tahun ini mengusung tema Indonesuan Palm Oil : Important Contribution to Convergence Food and Energy and Sustainability. Hadir sebagai pembicara sejumlah pemangku kebijakan dari pihak pemerintah dan perusahaan kelapa sawit dalam negeri.

Ketua Pengarah ICEPO Soedjai Kartasasmita menyampaikan penyelenggaraan ICEPO tahun inu akan fokus membahas perkembangan industri kelapa sawit dan beberapa kebijakan baru yang dikeluarkan pemerinta terkait industri tersebut.

“Misalnya ada kebijakan CPO Supporting Fund (CSF) yang baru saja ditetapkan pemerintah. Pasar dan pelaku industri menunggu terobosan-terobosan dari pemerintah baru,” ungkap Soedjai dalam kata sambutannya pada pembukaan ICEPO di Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Selain konferensi, ICEPO 2015 pun menjadi sarana peresmian (launching) pembangunan Museum Perkebunan Indonesia (MUSPERIN), yang akhirnya terealisasi setelah 10 tahun terus berada di level wacana. Pembangunan ini dikoordinasi oleh Yayasan Museum Perkebunan Indonesia yang berdiri 27 April lalu di Medan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menyampaikan saat ini industri kelapa sawit Indonesia harus fokus memperbaiki kualitas, terutama dalam praktik-praktik penanaman hingga produksi.

“Produktivitas kelapa sawit kalau bisa kita naikkan menjadi rata-rata 7-8 ton per hektare dengan praktik-praktik yang baik dalam pengelolaan kelapa sawit,” kata Sofyan saat membuka acara ICEPO. []

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit perkebunan
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top