Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAA 2015: Eksportir RI Keluhkan Bea Masuk ke Pasar Afrika

Pengusaha Indonesia mengeluhkan pengenaan hambatan tarif berupa pungutan bea masuk sebesar lebih dari 20% saat mengekspor produk ke Afrika.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 21 April 2015  |  20:33 WIB
 Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Pengusaha Indonesia mengeluhkan pengenaan hambatan tarif berupa pungutan bea masuk sebesar lebih dari 20% saat mengekspor produk ke Afrika.

Ketua Komisi Tetap Kadin untuk Afrika Mintardjo Halim menuturkan Afrika merupakan pasar potensial bagi produk ekspor Indonesia. Namun, ada sejumlah kendala yang harus dihadapi, seperti sistem pembayaran dan bea masuk.

"Kita mau perdagangan langsung, tapi ada kendala sistem pembayaran. Misalnya, sudah buka L/C tapi barang tidak dikirim, jadi kita belum percaya 100%," katanya di sela-sela Asian African Business Summit 2015, Selasa (21/4).

Di sisi lain, ekspor Indonesia ke sejumlah negara Afrika masih terhambat pengenaan bea masuk. Misalnya, produk karet dan ban asal Indonesia terkena tarif bea masuk hingga 30%.

Mintardjo mengatakan hubungan dagang bilateral sangat potensial untuk dikembangkan. Bentuknya adalah dengan mengimpor bahan baku dari Afrika dan mengekspor barang jadi atau setengah jadi dari Indonesia.

Salah satu yang potensial, kata Mintardjo, adalah mengimpor kapas dan mengekspor produk tekstil dan garmen.

"Bisa juga kita impor kayu log dari Afrika, lalu diekspor dalam bentuk mebel atau woodworking. Jadi logistik lebih efisien karena barang diangkut dari dua arah," tuturnya.

Adapun negara Afrika yang dinilai potensial untuk dijajaki Indonesia, yakni Afrika Selatan, Maroko, Tunisia, Aljazair, dan Angola.

Sementara itu, Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan salah satu kendala masuk ke pasar Afrika adalah biaya logistik yang tinggi, kondisi keamanan yang tidak stabil, serta syarat keamanan produk dan karantina yang berbelit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eksportir bea masuk Konferensi Asia Afrika KAA 2015
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top