Pemerintah Anggarkan Rp8,69 Triliun untuk Jaringan Irigasi

Pemerintah menargetkan membangun 0,18 juta hektare jaringan irigasi baru dan rehabilitasi 0,47 juta Ha jaringan irigasi dengan total anggaran Rp8,69 triliun.
Emanuel B. Caesario | 02 Maret 2015 20:35 WIB
Irigasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menargetkan membangun 0,18 juta hektare  jaringan irigasi baru dan rehabilitasi 0,47 juta Ha jaringan irigasi dengan total anggaran Rp8,69 triliun.

Plt Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mudjiadi mengatakan untuk tahun anggaran 2015, pihaknya mendapat alokasi anggaran Rp30,56 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 28% dialokasikan untuk penanganan jaringan irigasi.

“Kita targetkan tahun ini bisa sekitar 18% dari rencana RPJMN, tapi tahun depan akan lebih besar. Alokasi dananya juga lebih besar,” ujarnya, Senin (2/3).

Berdasarkan RPJMN 2015-2019, pemerintah menargetkan mampu membangun 1 juta jaringan irigasi baru dan rehabilitasi 3 juta jaringan irigasi untuk mendukung program ketahanan pangan. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah memperhitungkan kebutuhan anggaran mencapai Rp72 triliun.

Pembangunan dan rehabilitasi irigasi tersebut mencakup irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi tambak, dan irigasi air tanah.

Mudjiadi mengatakan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut akan diarahkan pada irigasi di 13 provinsi lumbung padi nasional, irigasi waduk, dan irigasi prioritas di provinsi bukan lumbung padi nasional.

“Kita akan beri perhatian pada provinsi lumbung padi nasional karena irigasi terutama menyangkut program ketahanan pangan nasional,” katanya.

Provinsi lumbung padi nasional yang dimaksud antara lain adalah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Kalimantas Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Tag :
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top