Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hadapi MEA, Pemerintah Diminta Buat Product Directory

Pengusaha di Jawa Timur mengusulkan kepada pemerintah agar membuat product directory guna meningkatkan daya saing produk dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun ini.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 28 Januari 2015  |  17:52 WIB
Pekerja pabrik garmen, Hadapi MEA pemerintah diminta buat product directory - Bisnis
Pekerja pabrik garmen, Hadapi MEA pemerintah diminta buat product directory - Bisnis

Bisnis.com,  SURABAYA-- Pengusaha di Jawa Timur mengusulkan kepada pemerintah agar membuat product directory guna  meningkatkan daya saing produk  dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun ini.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya Jamhadi mengatakan saat ini program product directory tersebut sedang dipromosikan kepada Pemerintah Provinsi Jatim.

"Kami akan rapat kan dengan gubernur soal detail pelaksanaannya bagiamana, karena itu kan harus melibatkan banyak pihak," katanya di Surabaya, Rabu (28/1/2015).

Dia menjelaskan pembuatan program tersebut bakal melibatkan Kadin, Pemprov Jatim, Bank Indonesia, Dinas Perdagangan, Badan Penanaman Modal, dan seluruh pemerintah kota dan kabupaten.

"Setidaknya butuh satu tahun anggaran untuk membuat program ini, dan harus pemerintah dan pengusaha yang bikin itu," ujar Jamhadi.

Adapun product directory tersebut nantinya dapat diakses seluruh negara. Produk-produk buatan Jawa Timur tersebut diklasterisasi dan dijamin oleh setiap pemerintah sesuai dengan keunggulan produk.

"Jadi produk-produk dari masing-masing daerah itu tidak boleh sama sehingga tingkat kompetensi inti nya ada. Misalnya daerah Lamongan dengan produk-produk ikannya, lalu Banyuwangi dengan produk berasnya," jelas Jamhadi.

Dia menambahkan, bank-bank di Jatim juga harus menjadi pelopor dengan membuka kantor pelayanan di kota-kota penting di Asean. Selain itu, dalam perdagangan dengan Asean sebaiknya menggunakan mata uang Asean dan tidak perlu menggunakan dolar Amerika.

"Ini untuk mengurangi demand uang US. Kalau product directory bisa diakses seluruh negara, maka persagangan dan investasi meningkat akhirnya masyarakat sejahtera dan pendapatan per kapita naik," imbuh Jamhadi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indusri
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top