Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GAJI PILOT: Anak Usaha Lufthansa Teken Perjanjian Baru Dengan 300 Pilot

Eurowings menandatangani perjanjian upah baru bagi 300 pilot yang tergabung dalam serikat pilot Vereinigung Cockpit.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 22 Januari 2015  |  21:33 WIB
Ilustrasi - Jibiphoto
Ilustrasi - Jibiphoto

Bisnis.com, JERMAN—Eurowings menandatangani perjanjian upah baru bagi 300 pilot yang tergabung dalam serikat pilot Vereinigung Cockpit. Perjanjian upah baru ini berlaku hingga lima tahun ke depan.

Eurowings, anak usaha dari Lufthansa Group, menyepakati beberapa perkembangan baru dan grandfather clause, termasuk kenaikan upah sebesar 2,5% untuk tahun ini dan 2% pada tahun-tahun berikutnya mengikuti perkembangan inflasi.

Grandfather clause adalah ketentuan di mana aturan lama terus berlaku untuk beberapa situasi tertentu, sedangkan aturan baru akan berlaku untuk semua kasus yang muncul di kemudian hari.

“Penandatanganan perjanjian upah berarti pembaharuan terhadap armada Eurowings dengan pesawat Airbus A320,” ujar manajemen Eurowings dalam rilisnya, Rabu (21/1/2015).

Dengan demikian, Eurowings berharap pengamanan dan prospek masa depan dapat ditingkatkan setelah perjanjian kenaikan gaji pilot.

Sesaat sebelum Natal, pengelolaan Swiss International Air Lines dan dewan asosiasi pilot Aeropers menyepakati dasar untuk perjanjian upah baru secara keseluruhan.

Secara khusus, kesepakatan peningkatan produktivitas dan peningkatan usia pensiun 60 tahun bagi pilot telah tercapai.

Kompromi yang dicapai juga mencakup perlindungan yang lebih besar terhadap pemecatan, serta dasar bagi model karir baru, serta program pengenalan Bombardier CSeries dan Boeing 777-300ER bagi pilot.

“Rincian kontrak akan disepakati selama beberapa minggu mendatang. Apakah harus diadopsi, perjanjian berlaku dari 1 April 2015 dan akan menggantikan perjanjian upah keseluruhan yang ada,” kata manajemen Lufthansa, Rabu (21/1)

Sementara itu, pada Austrian Airlines, perjanjian dengan para staf udara sudah dicapai pada Oktober 2014. Perjanjian kolektif ini baru berlaku untuk sekitar 900 pilot dan 2.300 pramugari.

Sejak 1 Desember 2014, Austrian Airlines telah mengatur gaji, tunjangan pensiun, jam kerja dan pengembangan karir bagi pilot dan awak kabin.

Elemen kunci dari perjanjian baru tersebut adalah pilihan untuk pilot dan pramugari pindah ke Austrian Airlines dari anak perusahaan Tyrolean Airways.

“Dengan kesepakatan ini, staf udara telah membuat kontribusi penting untuk menjaga masa depan Austrian Airlines.”

Sementara itu, Lufthansa CityLine juga telah mencapai perjanjian dengan serikat pekerja Vereinigung Cockpit pada akhir 2014.

Perjanjian ini meletakkan dasar untuk pengerahan Airbus A340 -300 untuk layanan jarak jauh di maskapai regional dari kelompok maskapai di bawah bendera Lufthansa Group.

Dari semua perjanjian yang disepakati oleh maskapai di bawah Lufthansa Group mencerminkan perubahan dalam industri penerbangan dan memperkenalkan pertumbuhan upah yang berkelanjutan.

Akan tetapi, perjanjian upah di Lufthansa German Airlines, Lufthansa Cargo dan Germanwings belum terselesaikan.

Pada Desember 2014, Lufthansa menawarkan pembicaraan lebih lanjut terkait hal ini dan rencana konkret untuk arbitrase.

Namun, serikat pilot Vereinigung Cockpit menolak tawaran ini.

“Lufthansa selalu siap untuk bekerja sama pada solusi yang layak untuk semua pihak,” ujar pihak manajemen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gaji lufthansa pilot maskapai penerbangan
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top