Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Teknik Sarang Laba-laba Bisa Diterapkan untuk Proyek Jalan Tol

Guru Besar bidang Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Herman Wahyudi mengatakan konstruksi sarang laba-laba dapat diaplikasikan untuk jalan tol.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 22 Januari 2015  |  13:16 WIB
Sarang laba-laba adalah rekayasa teknik konstruksi yang tahan gempa dan diklaim sebagai inovasi anak bangsa - bisnis
Sarang laba-laba adalah rekayasa teknik konstruksi yang tahan gempa dan diklaim sebagai inovasi anak bangsa - bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Guru Besar bidang Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Herman Wahyudi mengatakan konstruksi sarang laba-laba dapat diaplikasikan untuk jalan tol.

Oleh karena itu, ada baiknya pemerintah memberi kesempatan agar karya anak bangsa tersebut dapat disertakan dengan rencana pemerintah membangun jalan tol Trans-Sumatra.

"Konstruksi sarang laba-laba dikenal sebagai pondasi dangkal berupa slab menerus dan struktur yang bersifat kaku (rigid) sehingga tidak mudah mengalami penurunan apabila dilewati kendaraan berat," kata Herman Wahyudi dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (22/1/2015).

Menurutnya, persoalan yang dihadapi dalam pembangunan jalan tol di Indonesia biasanya kondisi tanahnya yang tidak mendukung seringkali mengalami penurunan, apabila penurunan itu tidak merata akan membuat lapisan beton di atasnya retak apabila dilewati kendaraan bertonase besar.

Herman mengatakan, struktur sarang laba-laba sangat kaku sehingga kalaupun terjadi penurunan sangat kecil sekali dan slab (lantai) menyambung sehingga mampu membagi beban membuat sulit untuk mengalami retak (crack) dengan catatan  seluruh proses pekerjaan untuk membangun konstruksi ini diikuti.

Proses pekerjaan yang dimaksud apabila menghadapi kondisi tanah yang ekstrim seperti terlalu ekspansif (mudah kembang dan susut) atau tanah liat (soft atau hard clay) maka konstruksi sarang laba-laba tetap harus dikombinasikan dengan perbaikan kondisi tanah (soil improvement), jelas Herman.

Herman mengatakan, konstruksi sarang laba-laba selama ini dikenal sebagai konstruksi untuk bangunan tahan gempa yang sudah teruji di Padang dan Aceh, bahkan dipergunakan di bandara Tarakan Kalimantan Timur. Asumsinya kalau pondasi ini mampu memikul beban statis berupa gedung enam sampai tujun lantai berarti juga mampu dipergunakan untuk jalan apalagi jalan tol yang dilewati beban bergerak.

Herman mengatakan, konstruksi sarang laba-laba setara dengan konstruksi beton bertulang yang sudah dikenal di kalangan sipil sehingga sebenarnya tidak menjadi masalah untuk diaplikasikan sebagai konstruksi jalan terutama jalan yang dibangun di atas tanah yang tidak bersahabat.

Mengingat sarang laba-laba merupakan hasil inovasi bangsa Indonesia, menurut Herman, sudah sepatutnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) mengaplikasikan teknologi ini untuk pembangunan jalan termasuk jalan tol.

Sebelumnya Plt. Sekjen Kementerian PU-Pera Taufik Widjoyono mengatakan instansinya sangat mendukung inovasi apalagi kalau inovasi tersebut dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang dicanangkan Presiden.

"Inovasi ini untuk mempercepat seluruh target yang ditetapkan Presiden untuk mendukung ketahanan pangan mulai dari pembangunan waduk, irigasi, serta jalan," kata Taufik.

Taufik mengatakan, Kementerian PU akan menyiapkan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yakni dengan mempersingkat proses pelaksanaan dari desain dapat langsung dibangun.

Taufik menjelaskan, sebelum merealisasikan rencana tersebut berkerja sama dengan mitra pelaku jasa konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah melakukan rangkaian pelatihan mulai dari disain sampai sertifikasi.

Menurutnya, dengan terobosan ini pelaku jasa konstruksi akan lebih lincah dalam mengaplikasikan teknologi dibidang konstruksi, apalagi saat ini banyak teknologi baru yang dapat dipergunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.

Taufik mengatakan, pelaku jasa konstruksi akan diberi keleluasaan dalam mengaplikasikan produk dan fungsi yang paling murah

Anggaran Kementerian PU-Pera sebesar Rp118 triliun untuk 2015, sebagian besar dialokasikan untuk jalan Rp56 triliun, irigasi dan bendungan Rp30 triliun, perumahan Rp8 triliun, air bersih Rp15 triliun, papar Taufik.

Taufik mengatakan, alokasi terbesar memang masih jalan di antaranya untuk konektivitas, peningkatan kapasitas dan geometri, pembangunan jalan baru di perbatasan, serta pembebasan lahan. Terkait pembebasan lahan Kementerian PU mengalokasikan anggaran Rp4 sampai Rp5 triliun pada tahun anggaran 2015.

Saat ini sejumlah BUMN Karya sudah memiliki solusi teknologi pembangunan jalan untuk mewujudkan rencana pemerintah membangun jalan  diberbagai kondisi alam, bahkan pemerintah telah menyuntik dana melalui penyertaan modal negara (PMN) agar BUMN Karya tersebut dapat segera merealisasikannya.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya seminar Ekonomi Outlook 2015 yang diselenggarakan beberapa waktu lalu berkomitmen segera merealisasikan pembangunan tol Trans-Sumatra dengan lebar lahan yang dibebaskan mencapai 100 meter sehingga dapat dipergunakan untuk jalur kereta api dan transmisi listrik sekaligus.

Presiden pada kesempatan itu optimistis pembangunan tol Trans-Sumatra dapat dilaksanakan dengan biaya pembebasan tanah  berasal dari dana penghapusan subsidi BBM.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol rekayasa tol trans sumatra
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top