Kinerja Industri Ban Stagnan

Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) menyatakan kinerja produksi ban diproyeksi tidak mengalami pertumbuhan dan hanya diharapkan setara pada kinerja 2014 sebanyak 12 juta unit per.
Kinerja Industri Ban Stagnan David Eka Issetiabudi | 07 Januari 2015 20:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA- Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) menyatakan kinerja produksi ban diproyeksi tidak mengalami pertumbuhan dan hanya diharapkan setara pada kinerja 2014 sebanyak 12 juta unit per.

Ketua Umum APBI Aziz Pane mengatakan permintaan dunia akan ban belum bertambah, ditambah lagi dengan situasi industri karet China yang belum pulih. Menurutnya, capaian kinerja berakhir sama pada kinerja 2013 dianggap sudah maksimal.

“Sama dengan tahun lalu atau 2013 saja sudah bagus. Jelas belum pulih hingga saat ini,” tuturnya seperti dikutip Bisnis.com, Rabu (7/1/2015).

Dari total produksi ban nasional, 78% diekspor sedangkan sisanya diserap oleh pasar domestik. Sementara itu, terpaan produk impor juga tidak kecil, nilainya berkisar US$5 miliar – US$6 miliar. Menurutnya, dengan adanya peningkatan kualitas atau standardisasi produk ban nasional impor akan tertekan.

Aziz mengatakan pemerintah harus terus mengawasi peningkatan kualitas produk ban nasional, misalnya dengan implementasi SNI Wajib Produk Ban. Pihaknya meminta Komite Akreditasi Nasional (KAN) terus memperbaiki level akreditasi laboratorium penguji ban. “Jangan sampai ada SNI ilegal, kalau mau memperoleh standardisasi yang harus benar-benar dilakukan,” katanya.

Kewajiban tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian 68/2014 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Ban Secara Wajib menyatakan pengujian ban bisa juga dilakukan melalui laboratorium di luar negeri.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri, industri ban

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top