Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EVAKUASI KORBAN AIRASIA QZ8501: 3 Jenazah Terikat di Kursi Penumpang

Dari sejumlah korban AirAsia QZ 8501 yang berhasil dievakuasi, terdapat tiga jenazah yang saat dievakuasi masih menempel di kursi penumpang.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 05 Januari 2015  |  19:50 WIB
EVAKUASI KORBAN AIRASIA QZ8501: 3 Jenazah Terikat di Kursi Penumpang
Ilustrasi-Sejumlah anggota Basarnas mengevakuasi jenazah ke-8 korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, PANGKALAN BUN -- Dari sejumlah korban AirAsia QZ 8501 yang berhasil dievakuasi, terdapat tiga jenazah yang saat dievakuasi masih menempel di kursi penumpang. Ketiga jenazah itu telah diantar ke Bandara Juanda Surabaya.

Direktur Operasional Basarnas SB Supriyadi mengutarakan yang menemukan adalah tim dari Kapal Kadek Lesturi milik Malaysia.

"Jenazah masih menempel dengan kursi. Di kursi itu ada pelampungnya," kata Supriyadi, di sela konperensi pers, Minggu (4/1/2015) malam.

Ketiga jenazah tersebut adalah yang teridentifikasi sementara sebagai jenazah 35, 36, dan 37 dan telah berangkat ke Surabaya sore tadi.

Menurutnya, pada hari kesembilan pasca Pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak, semestinya jenazah sudah tenggelam.

Namun, katanya, karena kursi memiliki pelampung membuat ketiga jenazah ikut mengapung.

Supriyadi mengutarakan jenazah dan kursi tersebut diangkat bersamaan oleh kapal dari Malaysia.

Tetapi, baru tiga jenazah tadi yang diantar ke Lanud Iskandar.

Sementara ketiga kursi tersebut masih berada di kapal USS Sampson milik Amerika Serikat.

Cuaca yang buruk menghambat pengambilan kursi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Air Asia QZ8501 AirAsia QZ8501 Hilang
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top