Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Papua Dominasi Produksi Sagu, Potensi 5,26 Juta Ha

Indonesia memiliki daerah potensial sagu di 183 kabupaten dengan dominasi sagu berada di Provinsi Papua.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 16 September 2014  |  20:25 WIB
Papua Dominasi Produksi Sagu, Potensi 5,26 Juta Ha
Pengolahan sagu rakyat - Antara

Bisnis.com, JAKARTA-- Indonesia memiliki daerah potensial sagu di 183 kabupaten dengan dominasi sagu berada di Provinsi Papua.

Dari Papua dan Papua Barat saja, menurutnya, total potensi sagu dapat mencapai 5.26 juta ha. Adapun rinciannya yaitu Papua Barat mencapai 510.213 ha dan Papua sebanyak 4.74 juta ha. Jumlah total itu belum termasuk dibebani hak menanam sagu seluas 3.17 juta ha dan sudah dibebani hak guna seluas 2.08 juta ha. 

Menteri Pertanian Suswono optimistis pemerintah serius mengupayakan sagu secara maksimal dapat menjadi sumber pangan penduduk Indonesia. 

"Diharapkan pemerintah baru mendatang selama 4 tahun ini mulai mengganti konsumsi beras dengan sumber karbohidrat lain seperti sagu. Kalau impor pangan sangat rentan padahal Indonesia punya sumber pangan yang besar dari dalam negeri,"  ujarnya, Senin (15/09/2014). 

Suswono mengakui lahan pertanian di Tanah Air menyusut untuk kepentingan tuntutan bisnis dengan membangun perkantoran dan properti perumahan. 

Menurutnya, konversi lahan itu menjadi penyebab Indonesia tidak ada pilihan alternatif konsumsi pangan. Dia mendorong alternatif pangan mulai digenjot dengan menerapkan sistem pembukaan lahan pertanian berkelanjutan. 

Salah satunya, kata Suswono, dengan mengembangkan alternatif pangan dari tanaman sagu. Suswono menuturkan potensi sagu demikian melimpah di dalam negeri. 

"Saya ingin potensi sagu dibrdayakan sebagai makanan pokok sebagai sumber pangan. Infrastruktur memang menjadi masalah untuk meningkatkan produksi," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sagu
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top