Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kenaikan Harga BBM Bisa Hemat APBN Rp7 Triliun

Otoritas fiskal menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada November tahun ini bisa menghemat anggaran pemerintah hingga Rp7 triliun dan mengurangi defisit anggaran sebesar 0,5%.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 10 September 2014  |  02:17 WIB
Kenaikan Harga BBM Bisa Hemat APBN Rp7 Triliun

Bisnis.com, JAKARTA--Otoritas fiskal menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada November tahun ini bisa menghemat anggaran pemerintah hingga Rp7 triliun dan mengurangi defisit anggaran sebesar 0,5%.

Menteri Keuangan M. Chatib Basri mengatakan hal itu bisa terjadi dengan skenario kenaikan BBM sebesar Rp1.000 per liter. Yang pasti punya impact adalah BBM, ucapnya saat ditemui di Gedung Kemenkeu, Selasa (9/9).

Tersiar kabar bahwa pemerintah pimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan segera menaikkan harga BBM pada November tahun ini. Hal ini dilakukan untuk memberi ruang fiskal yang lebih leluasa pada pemerintah baru untuk merealisasikan program kerjanya.

Sebelumnya, Jusuf Kalla menyatakan pemangkasan subsidi BBM adalah opsi mati bagi pemerintah yang akan datang. Tidak akan dapat opsi lain [selain menaikkan harga BBM]. Ini sudah dikaji bertahun-tahun, ungkapnya.

Jika subsidi dipangkas Rp1.000 per liter, maka harga BBM jenis premium akan naik menjadi sekitar Rp7.500 per liter. Harga itupun belum memenuhi harga keekonomian BBM yang seharusnya ada di rentang Rp11.000Rp11.500 per liter.

Dalam APBNP 2014 pemerintah dan DPR menyepakati alokasi subsidi BBM senilai Rp246,5 triliun dengan kuota 46 juta kilo liter.

Adapun, defisit anggaran yang ditargetkan adalah sebesar 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB). Maka, jika pemangkasan subsidi direalisasikan defisit bisa ditekan menjadi 1,9%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga bbm subsidi penaikan harga bbm
Editor : Rustam Agus
back to top To top