Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sarihusada Komitmen Produksi Susu Terjangkau

Sarihusada akan tingkatkan penyediaan produk yang terjangkau serta progam peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi dan kesehatan ibu-anak.
Inda Marlina
Inda Marlina - Bisnis.com 31 Agustus 2014  |  03:54 WIB
  Kedelai yang bisa diolah jadi susu kedelai.  -
Kedelai yang bisa diolah jadi susu kedelai. -

Bisnis.com, YOGYAKARTA -- Sarihusada berencana meningkatkan penyediaan produk yang terjangkau serta progam peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi dan kesehatan ibu-anak.

Ini merupakan komitmen dalam merayakan ulang tahun ke-60 Sarihusada yang telah berdiri sejak 1954. Presiden Direktur Sarihusada Olivier Pierredon mengatakan perusahaan yang awalnya didirikan oleh pemerintah dan PBB tersebut akan mengandalkan pada inovasi.

"Inovasi ini juga akan kami lakukan agar nutrisi yang kami hasilkan sesuai dengan perkembangan jaman dan gaya hidup," ujarnya, Sabtu di Yogyakarta (30/8/2014).

Sarihusada pada awalnya bernama NV Saridele, sebuah perusahaan untuk memproduksi susu kedelai. Hingga saat ini, produksi susu kedelai masih tetap dipertahankan oleh perusahaan yang memiliki dua pabrik di Yogyakarta dan Klaten ini.

Produksi susu kedelai bubuk hingga sekarang merupakan perhatian perusahaan tersebut pada anak-anak yang memiliki alergi terhadap alergi susu. Di samping itu, Sarihusada juga memproduksi susu yang terjangkau untuk ibu hamil dan menyusui.

Produksi susu bubuk Sarihusada pada hingga pertengahan 2014 ini telah mencapai 225-330 ton per hari atau 90.000 ton per tahun. Perusahaan ini juga memiliki sister company di Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Sehingga, apabila terjadi masalah yang menyebabkan tidak bisa berproduksi bisa dialihkan ke tiga negara tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

susu sarihusada
Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top