Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dikenakan PPN 10%, Petani Karet Terancam Gulung Tikar

Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) menganggap keputusan Mahkamah Agung terkait Peraturan Pemerintah nomor 31 tahun 2007 mengenai pengenaan pajak pertambahan nilai 10% pada produk pertanian, perkebunan dan kehutanan sangat merugkan petani hasil sektor perkebunan.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 22 Agustus 2014  |  08:58 WIB
 Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com,JAKARTA -- Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) menganggap keputusan Mahkamah Agung terkait Peraturan Pemerintah nomor 31 tahun 2007 mengenai pengenaan pajak pertambahan nilai 10% pada produk pertanian, perkebunan dan kehutanan sangat merugkan petani hasil sektor perkebunan.

“Yang jelas produksi karet akan berkurang karena akan banyak yang tutup. Karet ini kan menyumbang pendapatan negara hampir Rp19 Triliun, masa enggak bergeming pemerintah,” kata Ketua Umum APKARINDO Lukman Zakaria saat dihubungi Bisnis, Kamis (21/8/2014).

Dia memaparkan bahwa petani di lapangan saja sudah dikenai berbagai macam biaya dan potongan sebelum dijual dengan harga Rp 6000/kg.

“Petani dengan tegas menolak. Di desa saja sudah dikenai pajak bumi dan bangunan, kemudian biaya disimpan di gudang, belum lagi harga yang rendemen, lalu mau ditamba lagi PPN 10%?” katanya.

Sampai saat ini, Lukman mengatakan produk karet masih stabil setiap tahunnya menghasilkan 3 juta ton per tahun, “ Masih stabil, tetapi memungkinkan sekali para petani akan gulung tikar.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ppn produk pertanian
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top